0

Trying to Understand Home Schooling

Hari ini, Minggu 13 Maret 2016 saya menghadiri acara Bincang Asik Home Education yang dipersembahkan oleh Home Schooling Muslim Nusantara (HSMN) Jawa Timur untuk menambah wawasan saya terkait pendidikan bagi balita saya, Kinasih (2y7m). Dan berikut adalah review materi yang mungkin dapat saya bagi dengan teman-teman, para ayah dan bunda yang berbahagia ūüôā

AYAH, BUNDA, BOLEHKAH AKU TIDAK SEKOLAH?

Narasumber: Ida Nur’aini Noviyanti (Founder HSMN)

Sesungguhnya, apa tugas kita di dunia ini? Sekolah atau belajar? Ya, agama memerintahkan kita untuk iqro’ dan tholabul ilmi. Apa itu home schooling, masjid schooling dan community schooling? Semua ini sudah terjadi di jaman Rasul, sahabat dan para ulama. Konsep home schooling ini memang masih anti-mainstream di Indonesia dan mencoba memahami bahwa tiap individu memiliki keunikan, manusia tidak bisa diperlakukan seragam seperti produk massal sebuah pabrik.

Biasanya orang tua yang memilih HS untuk anak-anaknya karena dilandasi beberapa tujuan, antara lain:

  1. Menjalankan akidah Islam yang kuat
  2. Menanamkan akhlaqul karimah
  3. Mengajarkan kemampuan bertahan hidup

Istilah home schooling (HS) pada dasarnya sama dengan home education (HE), pertama kali istilah HS dikenal di Amerika, sedangkan HE dikenal di Inggris. Namun ada juga beberapa istilah lain yang perlu kita pahami, antara lain flexi school, unschooling dan de schooling. Apa bedanya?

  1. HS : pilihan kebutuhan belajar bagi anak
  2. Flexi school : memindahkan sekolah formal ke rumah, disebut dengan HS berbayar
  3. Unschooling : tidak pernah sekolah sejak usia sekolah
  4. De schooling : pernah sekolah, kemudian berhenti sekolah

PERSIAPAN SEBELUM MELAKUKAN HOME SCHOOLING (HS)

Hal-hal yang pertama harus dipersiapkan sebelum mengambil keputusan untuk memilih HS, adalah: (1) Mental orang tua, (2) Mental anak, (3) Ilmu parenting, termasuk di dalamnya pola asuh, (4) Ilmu tentang HS, (5) Kurikulum, (6) Pola hidup atau jadwal kegiatan sesuai dengan kondisi rumah dan lingkungan, termasuk di dalamnya manajemen atau perencanaan yang rapi dengan fasilitas dan (7) Dukungan keluarga.

KURIKULUM YANG PERLU DISIAPKAN

Panduan menyusun kurikulum pada HS muslim adalah kurikulum dari Allah yang ada di Al qur’an dan Sunnah, yaitu:

  1. Ilmu : akidah Islam yang shohih dan kuat
  2. Akal :  proses merenung dan mengambil hikmah dari setiap kejadian sehingga tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah mengeluh dan menyalahkan orang lain atau lingkungan
  3. Jasadiah : kebiasaan olahraga da pagi atau sore hari
  4. Emosi : bertujuan agar anak tidak tumbuh menjadi generasi yang mempunyai usia fisik tidak sesuai dengan usia mental. Salah satu cirinya adalah mudah ngambek dan mudah menyerah. Jika sudah berumah tangga, mudah bercerai dan meninggalkan rumah untuk lari dari masalah. Ketika bermasalah atau berkonflik, tidak bisa dihubungi karena mengganti nomor handphone maupun memblokir media sosial. Emosi yang tidak stabil hingga dewasa bisa menjadi penyakit psikologis yang tidak disadari pribadinya.

Perhatikan setiap detil tumbuh kembang anak, jika anak sudah mengalami datang bulan atau mimpi basah, artinya mereka sudah baligh, kewajiban syariahnya telah sama seperti orang dewasa. Pada saat inilah, mereka telah siap menjadi bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan. Bagaimana cara anak HS belajar berorganisasi? Mereka tidak bisa tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), namun organisasi sosial kemasyarakatan sangatlah banyak yang dapat memberikan pelajaran, misalnya remaja masjid, karang taruna dan sebagainya.

Berikut adalah beberapa pilihan kurikulum untuk HS:

  1. Kurikulum nasional 2013 dari Diknas dengan mengambil panduan materi dan soal di buku sekolah elektronik yang dapat dengan mudah diunduh dari laman internet
  2. Kurikulum Cambridge
  3. Kurikulum ACT
  4. Menyusun kurikulum sendiri

Pilihan ini bergantung pada visi dan cita-cita yang ingin dicapai oleh anak.

BAGAIMANA DENGAN IJAZAH?

Ijazah adalah hak anak, sehingga untuk ijazah sebaiknya didiskusikan dengan anak. Jika anak tidak mau memiliki ijazah, hormati keputusannya. Tanyakan kembali komitmen dan tanggung jawab yang harus dia emban dengan keputusannya. Masa depan anak ada di tangan anak. Tugas orang tua mengingatkan visi misi hidup di dunia untuk selamat dunia akhirat, terutama selamat dari murka Allah sehingga dapat masuk surga.

Tekankan pada hal yang membuat disayang Allah, patuh pada aturan Allah. Jika suatu kegiatan membuat anak jauh dari Allah, tetapi membuat anak sukses, minta anak untuk meninggalkan kegiatan tersebut.

FAKTOR KEGAGALAN HS

Faktor orang tua:

  • Mood — Jika moodnya bagus, semangat dan sebaliknya jika sedang ribut dengan suami, menjadi tidak mood.
  • Kurang pro aktif
  • Kurikulum belajar yang monoton
  • Tidak mendampingi anak — Jika orang tua bekerja, minimal salah satu ada di rumah.

Faktor anak:

Kurang komitmen

PRINSIP PENTING PELAKU HS

  1. Luruskan niat à niat HS bukan agar anak cepat lulus kuliah
  2. Tidak membandingkan kesuksesan anak dengan pelaku HS lain
  3. Utamakan proses, bukan hasil à merupakan salah satu wujud pembentukan karakter
  4. Orang tua harus menjadi teladan à penting bagi anak melihat setiap gerak orang tua
  5. Melibatkan anak dalam tantangan hidup keseharian
  6. Mengenali fase peka belajarnya à ketika anak senang, lanjutkan dan ketika anak jenuh, hentikan
  7. Awali dengan mengajar Al qur’an sedini mungkin. Kurangi multimedia, perbanyak menghafal dan mendengarkan Al qur’an. Berikan memori sebanyak-banyaknya tentang Al qur’an
  8. Niatkan dengan kuat, jalankan maksimal dan kesampingkan segala penilaian manusia. Pasrahkan hasilnya pada Allah.

BAGAIMANA DENGAN MINAT DAN BAKAT?

Tidak perlu terburu-buru mengasah dan mencari minat bakat anak. Orang tua pelaku HS kebanyakan lebih fokus pada hal ini dan malah mengesampingkan masalah prinsip, yaitu akidah. Kembangkan minat dan bakat anak dengan prinsip 4 E (Easy, Enjoy, Earn, Excellent). Banyak contoh anak yang mampu meraih prestasi di tingkat nasional bahkan internasional saat masih kecil, namun ketika baligh berubah minatnya.

CONTOH RINCIAN JADWAL SEHARI-HARI

Rincian alokasi waktu dalam sehari sebaiknya dibuat sendiri oleh anak kemudian didiskusikan dengan orang tua, misalnya:

  • Tidur : 7 jam
  • Makan : 1 jam (untuk 3 kali makan)
  • Shalat : 1 jam (untuk 7 kali shalat)
  • Baca : 2 jam
  • Belajar : 2 jam
  • Agama : 3 jam
  • Bermain dan bermasyakarat : 3 jam
  • Membantu orang tua : 2 jam
  • Olahraga : 1 jam
  • Menulis atau presentasi : 1 jam
  • Bebas atau me time : 1 jam

RINCIAN JADWAL SETIAP HARI

  • 04.00 ‚Äď 05.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Tahajud, agama (setor hafalan), subuh, sharing
  • 05.30 ‚Äď 06.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Olahraga, mandi
  • 06.30 ‚Äď 07.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Bantu ortu, Dhuha, makan
  • 07.30 ‚Äď 08.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Baca
  • 08.30 ‚Äď 09.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Main
  • 09.30 ‚Äď 10.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Belajar
  • 10.30 ‚Äď 11.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Main
  • 11.30 ‚Äď 12.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Dhuhur, makan, sharing
  • 12.30 ‚Äď 13.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Agama (tilawah)
  • 13.30 ‚Äď 14.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Belajar
  • 14.30 ‚Äď 16.00¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Istirahat (tidur siang 30 – 45 menit), mandi, Ashar, agama (kajian hadist dan adab)
  • 16.00 ‚Äď 17.00¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Main
  • 17.00 ‚Äď 18.00¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Maghrib, makan, bantu ortu
  • 18.00 ‚Äď 19.00¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Baca
  • 19.00 ‚Äď 20.00¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Isya, buat tulisan/presentasi, sharing
  • 20.00 ‚Äď 21.00¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Me time
  • 21.00 ‚Äď 21.30¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† : Persiapan tidur (ganti baju, gosok gigi, dongeng)

KOMUNITAS BELAJAR

Komunitas HSMN wilayah, misalnya Surabaya dan Semarang mengadakan play date dengan melakukan aktivitas bersama anak dan orang tua, bisa gratis maupun berbayar karena menghadirkan pengajar dari pihak eksternal. Misalnya, panahan, berkuda, berenang, menulis dan lain-lain. Jika dilakukan berkelompok, akan lebih ringan biayanya. HSMN juga memberikan fasilitas legalitas terhadap membernya dengan PKBM dan sekolah payung di bawah Yayasan Dewi Sartika.

BAGAIMANA DENGAN MAGANG?

  1. Magang diperuntukkan bagi anak berusia >12 tahun
  2. Sesuai dengan minat anak, menawarkan ke anak mau memilih kemana, perusahaan atau personal
  3. Anak tidak dibayar dan kita tidak membayar perusahaan
  4. Waktunya dari pagi sampai siang atau siang sampai sore, tidak seharian
  5. Periodenya bisa seminggu hingga sebulan
  6. Pilihan tempat magang bisa dengan mengajukan lamaran menggunakan portofolio atau mencari perusahaan milik teman/kerabat

 BAGAIMANA JIKA KEDUA ORANG TUA BEKERJA?

  1. Luangkan waktu setelah pulang kerja minimal 3 jam setiap hari tanpa sambilan (fokus pada anak)
  2. Sebaiknya salah satu orang tua dapat selalu mendampingi anak di rumah
  3. Jangan sampai anak HS menjadi tidak terarah

¬†JANGAN MEMILIH HS, JIKA…

  1. Orang tua tidak siap
  2. Hanya mengikuti trend
  3. Alasan anak malas sekolah
  4. Anak bermasalah di sekolah
  5. Terlalu khawatir dengan bullying
  6. Tidak dapat mendampingi anak saat menjelajah dunia maya mencari bahan pembelajaran — rentan terpengaruh pornografi
  7. Orang tua belum memberikan pilihan sekolah atau belajar di rumah bersama orang tua, dengan berkunjung ke sekolah yang akan dipilih dengan melakukan trial.
Iklan
0

Melukis by Bujake

MELUKIS, YUUK!!!  

Setiap anak yang dilahirkan ke dunia pasti dibekali potensi diri sebagai anugerah dari Tuhan. Tugas kita sebagai orangtua adalah berusaha menggali dan mengembangkan potensi tersebut sehingga dapat memberikan manfaat kepada anak kita di kehidupannya kelak. Salah satu potensi yang ada pada diri anak adalah kemampuan melukis. Melukis bisa menjadi salah satu media untuk mencurahkan sesuatu yang ada dalam pikiran dan imajinasi seseorang, tidak terkecuali anak-anak. Meskipun kita belum mengetahui kemampuan melukis akan bisa berkembang secara optimal dalam diri anak, namun tugas kita sebagai orangtua adalah mengarahkannya untuk mencoba dan berlatih melukis sebab dalam aktivitas tersebut terdapat sejumlah hal yang bermanfaat bagi perkembangan anak.

a. Alat dan Bahan

1. Spidol warna-warni/crayon berukuran besar/pensil warna/cat air dgn kuas

2. Kertas putih besar sebagai kanvas

3. Meja sebagai alas

b. Cara Bermain

1. Letakkan kertas dan alat lukis di atas meja

2. Arahkan anak untuk duduk di dekat meja yang telah disiapkan kertas dan alat lukis. Kemudian ajaklah dia untuk berimajinasi, ceritakan kepadanya gambaran tentang hal-hal yang dia kenal dan sukai.

3. Dampingi anak dalam melakukan coretan-coretan di atas kertas, sekaligus arahkan untuk membuat berbagai macam coretan, misalnya: garis pendek, garis panjang, garis putus2, lingkaran, kotak, dll.

4. Mintalah anak untuk menceritakan mengenai hasil karyanya itu.

5. Seaneh apapun coretan yang dihasilkan anak jangan memberikan komentar negatif tentang hasil karyanya karena semakin sering anak melukis, semakin baik kemampuannya untuk mengendalikan gerakan tangan dan semakin nyata bentuk karya yang dihasilkannya.

c. Manfaat yang diperoleh

1. Membantu perkembangan gerakan motorik halus.

2. Membantu perkembangan imajinasi dan tahapan menuju kreativitas.

3. Melatih penggunaan media untuk mengekspresikan perasaan.  

Ini adalah hasil karya Jacob, ketika saya tanya dia menggambar apa, dia bilang ini adalah gambar ikan. Silakan berimajinasi sendiri ya Mums, kok bisa ini disebut ikan. Hehehe… Game edukatif kali ini cukup mudah dan sederhana kan?! Mendampingi anak dalam mengekspresikan dirinya sangat penting demi menunjang perkembangan motoriknya.¬†So mums, tunggu apa lagi?¬†Let‚Äôs do it!¬† ¬†

Ina BuJake,

Sumber: Ratusan Game Edukatif untuk Anak Usia 0-3 Tahun oleh John Rinaldi

ByBundKay

0

Multiple Intelligent by Bujake

Multiple Intelligence ‚ÄúKecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang‚ÄĚ

Hello Mums, long time no see, langsung saja ya kali ini saya akan berbagi tentang berbagai jenis ‚Äúkecerdasan anak‚ÄĚ sesuai dengan yang ditulis oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A, seorang praktisi kesehatan yang telah membukukan ilmunya seputar dunia parenting. Hingga saat ini, banyak orangtua yang menganggap bahwa anak yang cerdas adalah anak yang selalu berprestasi di bidang akademik: anak yang selalu ranking 1 di kelas, anak yang nilai pelajaran sekolahnya selalu tinggi, anak yang menang lomba cerdas cermat, atau anak yang memiliki nilai IQ tinggi. Lalu bagaimana sebenarnya anak yang cerdas itu? Dan apa saja yang bisa orangtua lakukan untuk mendukung kecerdasan tersebut?

Menurut  Howard Gardner, seorang psikolog Amerika, kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang. Kecerdasan itu sendiri tidaklah didominasi oleh satu kemampuan yang spesifik saja, tetapi dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

1. Kecerdasan musik Kecerdasan ini sangat terkait dgn proses mendengar, yang meliputi: kemampuan menikmati, mengamati dan mengekspresikan bentuk musik. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sejak dalam kandungan, bayi sudah mulai bisa mendengar. Memperdengarkan musik pada bayi saat masih di dalam kandungan akan sangat membantu perkembangan alat dengar bayi. Setelah bayi lahir hingga berusia 6 bulan, perdengarkan berbagai suara yang ada di sekitarnya. Suara gemericik air, bunyi binatang, tepukan tangan, dentingan sendok, dll. Setelah berusia 6 bulan, perdengarkanlah lagu sambil mengajak anak bernyanyi. Anak dengan kecerdasan musik sangat sensitif dengan nada dan irama, dia akan langsung menggerakkan tubuhnya saat mendengarkan musik.

2. Kecerdasan visual-spasial Kecerdasan ini terkait dengan kemampuan menilai ruang dan kemampuan memperoleh informasi lewat visual. Sejak dini, perkenalkan si kecil dengan berbagai warna, garis, bentuk, ruang, dan ukuran. Tunjukkan berbagai benda di sekitarnya sambil menyebut nama2nya satu per satu.

3. Kecerdasan verbal-linguistik Anak dalam kecerdasan ini lebih cepat bicara dibanding dengan anak lain seusianya. Ketika besar dia akan senang membaca atau menulis. Kecerdasan verbal dapat distimulasi dgn rutin mengajak anak berbicara. Penelitian membuktikan bahwa orangtua yang sering mengajak anaknya ngobrol, kelak anak tsb akan memiliki kosakata yang lebih banyak dibanding dgn yg tidak sering diajak mengobrol. Selain mengobrol, kecerdasan verbal-linguistik pada anak dapat distimulasi dgn sering membacakan cerita/dongeng kepada mereka.

4. Kecerdasan logika-matematika Kecerdasan ini terkait dgn kemampuan berpikir kompleks termasuk memecahkan masalah. Kita dapat memberikan mainan menyusun balok/puzzle pada anak, biasanya anak dgn kecerdasan ini menyukai thinking games, angka, dan sangat peduli terhadap keteraturan.

5. Kecerdasan kinestetik (gerak) Kecerdasan ini terkait dgn kemampuan anak untuk beradaptasi pada lingkungan baru dgn gerak motoriknya, yang meliputi: koordinasi, keseimbangan, daya tahan, kekuatan, dan kecepatan. Misal ketika anak diceburkan ke dalam kolam renang maka akan mengerti harus bagaimana untuk bisa survive, dia akan tanggap untuk langsung menggerakkan kakinya supaya bisa tetap mengambang.

6. Kecerdasan interpersonal Merupakan kecerdasan yang terkait dgn kemampuan mengenali diri sendiri. Anak dgn kecerdasan ini relatif anteng saat ditinggal sendirian karena mereka bisa bermain sendiri. Dgn kemampuan ini, anak mampu mengenali diri sendiri dgn lebih dalam, mengenali kelebihan serta kekurangannya. Kita dapat menstimulasinya dgn membantu untuk lebih mengenal diri sendiri misalnya dgn memintanya menceritakan apa yang dia lihat saat bercermin dan mengajak berbicara mengenai cita2 nya saat besar nanti.

7. Kecerdasan intrapersonal Merupakan kemampuan untuk berhubungan dgn orang lain. Anak dgn kecerdasan ini akan sangat responsif saat namanya dipanggil. Selain itu, mereka akan suka berada di lingkungan baru dan gemar berinteraksi dgn oang lain. Kita dapat menstimulasinya dgn sering mangajak anak mengunjungi tempat2 baru yang menyenangkan dan memberikannya kesempatan untuk berinteraksi dgn orang lain, baik teman sebayanya ataupun dgn orang lain dgn usia yg lebih dewasa.

8. Kecerdasan naturalistik Merupakan kemampuan untuk berhubungan dgn alam. Anak2 dgn kemampuan ini sangat senang jika diajak bermain di alam terbuka. Telinganya akan peka terhadap suara2 binatang. Kita dapat menstimulasi dgn meminta anak menceritakan apa yang dia lihat sewaktu diajak ke alam bebas, ajak dia menanam pohon, dan mencacat pertumbuhan pohon tersebut. Anak2 dgn kecerdasan ini pasti akan menyukainya.

9. Kecerdasan spiritual Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang menyangkut kemampuan manusia mengenal Tuhannya, meyakini keberadaan dan keesaan Tuhan, serta melakukan segala hal yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Kita dapat memulai dgn menceritakan tentang agama, menunjukkan ajaran-ajarannya, dan membacakan dongeng2 religi untuk menstimulasi kecerdasan ini.

10. Kecerdasan eksistensial Kecerdasan ini melibatkan kemampuan manusia dalam menjawab berbagai macam persoalan terdalam tentang eksistensi atau keberadaan manusia. Para ahli filsafat seperti Plato atau Socrates merupakan contoh dari mereka yang memiliki kecerdasan ini. Untuk menstimulasinya, kita dapat menunggu sampai anak cukup besar untuk mengerti, misalnya dengan menjelaskan asal-usul manusia kepada mereka. Secara sederhana, 10 jenis kecerdasan tersebut  dapat diibaratkan sebagai pintu masuk. Anak tinggal memilih dari pitu yang mana dia ingin mengembangkan potensi diri. Untuk mengembangkan kecerdasan anak, tugas kita sebagai orang tua adalah memenuhi kebutuhan fisik, emosi, serta memberikan stimulasi. Kebutuhan fisik erat hubungannya dengan pemenuhan nutrisi, kebutuhan emosi dapat diberikan dengan bonding (ikatan) yang kuat antara orang tua dengan anak, dan stimulasi dapat diberikan dengan sering mengajak anak belajar sambil bermain. Dengan mengenali 10 jenis kecerdasan di atas, semoga kita tidak galau dan selalu bertanya-tanya: apakah anak saya termasuk anak yang cerdas? Yang harus kita lakukan adalah percaya.. bahwa anak kita cerdas. Namun cerdas di bagian mana, itulah tugas kita untuk mengenali dan mengarahkannya. Anak akan sukses di bidangnya jika diarahkan dengan baik dan benar. Sekian dulu semoga bermanfaat ya Mums.. Semangat!!!  

By Ina Bujake,

Sumber: Play and Learn, Mendampingi anak usia 0-4 tahun belajar sambil bermain.

ByBundKay

0

Waspada : Anemia pada Bayi by dr Elvina

Pengalaman Radang Tenggorokan dan Anemia pada Bayi

Haloo moms… saya mau share nih tentang pengalaman anak saya. Semoga cerita saya bisa diambil hikmahnya. ūüôā

Langsung aja yaa… Beberapa hari yg lalu pas tengah malam Nizza terbangun. Sedikit rewel dan badannya anget. Saya gak begitu panik, karna memang saya lihat gusinya bengkak. Ok, anakku mungkin demam karna tumbuh gigi. Kasih cairan yg banyak dan minum paracetamol insyaAllah membaik sendiri (batinku). Ternyata demamnya berlanjut. Naik turun selama 3 hari, kalau malam demam tinggi, kalau pagi normal dan anaknya sehat dan aktif (kayak lg gak sakit). Mulailah kekhawatiran saya muncul. Kekhawatiran saya bertambah karna Nizza gak mau minum paracetamol drop. Setiap minum selalu muntah. Akhirnya saya kasih dumin supositoria (paracetamol yang dimasukkan lewat dubur). Sebenarnya kasian kalau tiap demam musti di gituin. Tapi mau gimana lagi. hiks ūüė¶

Akhirnya pas hari ke 4, saya dan suami pergi ke IGD salah satu RS swasta di tempat saya tinggal. Walaupun pagi itu kondisi Nizza sudah membaik dan ceria lagi tapi saya tetap pengen priksa. Masuklah kami ke IGD. Disana Nizza di cek berat badan dan suhu nya oleh perawat. Suhunya normal. Kemudian dokter IGD datang. Beliau melakukan auskultasi (periksa pake stetoskop). Hanya dari auskultasi 2 detik, tanpa cek lain2 beliau langsung bilang: “opname ya!”. Haaa???…Saya lalu coba me-nego: ” dok, gak di cek lab dulu aja? nanti kalau ketemu diagnosisnya baru ditentukan perlu rawat inap gak”. Trus kata dokternya : “oooh, oke kalau gitu”. Akhirnya Nizza di cek lab. Hasilnya DB (demam berdarah) sama typus nya negatif. Cuman leukosit tinggi sama anemia. Sang dokter IGD tersebut tetep minta Nizza buat opname. Tapi saya dan suami menolak. Akhirnya kita ke spesialis anak. Setelah diperiksa ternyata Nizza kena radang tenggorokan. Saya benar benar kecolongan. Gak terlintas tentang diagnosis itu. Karna kan Nizza masih bayi, gak makan gorengan, es, dan macem2.

Dsa tersebut memberikan edukasi secara detil dan up to date. Ini edukasi beliau:
1. Untuk bayi 11 bulan harusnya beratnya 11 kiloan. Nizza cuman 8,8kg. Jadi kurang
2. Perbaiki menu makan. Kenalkan rasa dan semua makanan. Apa yang kita makan dia boleh makan. Kecuali msg. Teori no gula garam sebelum 1 th sudah lama ditinggalkan. Boleh kasih kasih gulgar tapi sesuai takaran.
3. Untuk usia 11 bulan gigi Nizza masih 5. Itu kurang banget. Solusinya. Stop bubur. Kasih makanan biasa seperti orang dewasa. Semakin banyak dia mengunyah kasar maka gusi akan terangsang, gigi akan tumbuh.
4. Jangan beri camilan biskuit. Kasih kue basah buat camilan.

Akhirnya saya pulang dengan membawa obat dari beliau. Nizza dapat obat cefilia drop (isinya cefixim) sama suplemen zat besi. Untuk kali ini, saya gak ngikut terapi dsa saya. Karna menurut saya antibiotik tersebut terlalu wow. Mana Nizza masih 11bulan pula. Tapi namanya terapi itu seni. Sah sah saja kl beliau kasih itu. Akhirnya saya kasih Nizza amoxan drop. Untuk demamnya saya kasih obat penurun demam di botol susunya trus saya cairkan dengan air matang. Alhamdulillah sembuh. Sekarang tinggal ngatasi anemianya sama naikkin BB Nizza doang. Mohon doanya ya moms.. semoga Nizza cepat sehat dan gemuk lg. amiin ūüôā

ANEMIA DEFISIENSI BESI (ADB)

pada BAYI Kelompok usia yang paling tinggi mengalami defisiensi besi adalah usia balita (0-5 tahun) sehingga kelompok usia ini menjadi prioritas pencegahan defisiensi besi . Kekurangan besi dengan atau tanpa anemia, terutama yang berlangsung lama dan terjadi pada usia 0-2 tahun dapat mengganggu tumbuh kembang anak, antara lain menimbulkan defek pada mekanisme pertahanan tubuh dan gangguan pada perkembangan otak yang berdampak negatif terhadap kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Bayi dan anak rentan mengalami ADB karena berbagai hal, di antaranya akibat kebutuhan tubuh akan zat besi yang meningkat seiring dengan percepatan pertumbuhan badan dan asupan zat besi dari makanan tidak cukup.

Gejala:
Gejala yang paling sering ditemukan adalah pucat yang berlangsung lama (kronis) dan dapat ditemukan gejala komplikasi, a.l. lemas, mudah lelah, mudah infeksi, menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan gangguan perilaku.

Penyebab: Penyebab anemia pada bayi kurang dari 1 tahun a.l. karena bayi berat lahir rendah, prematuritas, lahir kembar, ASI ekslusif tanpa suplementasi besi, susu formula rendah besi, pertumbuhan cepat, anemia selama kehamilan. dan alergi protein susu sapi.

Penatalaksanaan:
1. Mengatasi faktor penyebab.
2. Pemberian preparat besi oral. Preparat besi dapat diberikan secara oral dengan dosis 2 mg/kgBB/hari (untuk bayi cukup bulan usia 4bulan -2 tahun). Diberikan sampai 2-3 bulan sejak Hb kembali normal 3.Pemberian vitamin C untuk membantu absorbsi zat besi.
4.Pemberian asam folat untuk meningkatkan aktifitas eritropoiesis
5.Hindari makanan yang menghambat absorpsi besi (teh, susu murni, kuning telur, serat) dan obat seperti antasida dan kloramfenikol.
6.Banyak minum untuk mencegah terjadinya konstipasi (efek samping pemberian preparat besi)

Pencegahan:

Usaha sederhana mencegah ADB adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Usahakan bayi mendapat air susu ibu eksklusif. Setelah usia 6 bulan apabila tidak mendapat air susu ibu sebaiknya diberi susu formula yang difortifikasi zat besi. Pemberian tambahan zat besi dianjurkan pula sejak bayi sampai usia remaja, diberikan sebagai usaha pencegahan terhadap anemis.

Banyak bahan makanan di sekitar kita yang kaya kandungan zat besi. Sayuran berdaun hijau seperti selada air, kangkung, brokoli, bayam hijau, buncis dan kacang-kacangan kaya akan zat besi. Bahan makanan hewani seperti daging merah dan kuning telur juga kaya zat besi dan lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan sumber nabati.
Dalam proses pengolahan bahan makanan, sangat perlu diperhatikan pengolahan yang baik dan benar sehingga kandungan zat makanan misalkan zat besi tidak berkurang dari bahan makanan tersebut. Usahakan anak Anda banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi untuk mencegah ADB. Usaha sederhana yang dapat menyelamatkan anak Anda.

NB link penting:
Rekomendasi IDAI suplemen besi untuk anak: http://idai.or.id/wp-content/uploads/2013/02/

Rekomendasi-IDAI_Suplemen-Zat-Besi.pdf

Rekomendasi IDAI tentang MPASI untuk mencegah malnutrisi 2015: http://idai.or.id/wp-content/uploads/2015/07/merged_document.pdf  

ByBundKay

0

Donat Labu Ala Buhan

PUMPKIN DONUT(Donat Labu Kuning)

donat kentang? Ah biasaa… Nyoba bikin donat labu kuning yuuuk… Bahannya mudah didapat, berserat tinggi which is bagus banget buat pencernaan daaan yg pasti ini cemilan favorit anak-anak. Yuk mariii…

Resepnya aku adaptasi dari resep Ibu Fatmah Bahalwan NCCBahan untuk membuat Donat Labu Kuning NCC

Bahan A:
600 gram tepung terigu protein tinggi(aku pakai yang cakra kembar)

50 gram susu bubuk (aku pakai dancow sachet)

100 gram gula halus

11 gram ragi instant (fermipan)

bahan B:

4 butir kuning telur

300 gram labu kuning (kukus, haluskan, dinginkan. Labunya ditimbang setelah dikukus)

100 ml air dingin 

bahan C:

75 gram mentega

1/4 sdt garam

Cara Membuat Donat Labu Kuning NCC
1. Campur semua bahan A, aduk rata.
2.Masukkan bahan B, uleni hingga bergumpal-gumpal.
3. Tambahkan bahn C, uleni terus hingga kalis. 
4. Bulatkan dan diamkan selama 15 menit. 
5. Bagi adonan masing-masing 40 gram.
Berhubung buru-buru jemput Farhan, aku ngukurnya pake sendok makan. Jadi ambil adonan masing-masing 1 sendok makan, bulatkan hingga licin. Diamkan 20 menit.
6. Lubangi tengahnya menjadi bentuk donat, kemudian goreng hingga kuning kecoklatan.
 7. Angkat dan tiriskan. Beri toping sesuai selera.

Hasilnya crispy diluar tapi empuuk di dalam… Selamat mencoba..

ByBundKay

0

Avocado Milk Puree, Our 1st MPASI

Hellowww Mums… long time no see… saking sibuk dan fokusnya sama my baby Jacob, eeeh sekarang nongol langsung membahas tentang MPASI. Tidak terasa sebentar lagi Baby Jacob memasuki fase MPASI, because of that saya jadi terinpsirasi untuk sedikit melengkapi ulasan Ibu Duta MPASI-nya Grup Mums Bunda Rizza Megasari (mohon bimbingannya Bundaaa) tentang MPASI khususnya tentang puree.

MPASI… hmmm… Apa sih itu? MPASI adalah Makanan Pendamping Air Susu Ibu, yang mulai diberikan kepada bayi berusia 6 bulan, kenapa? Sebab ketika bayi sudah berusia 6 bulan ASI saja tidak mencukupi kebutuhan gizi si kecil, meskipun ASI masih sangat dibutuhkan tetapi perlu ditambah asupan gizi lainnya. Gizi yang cukup (tidak kekurangan ataupun berlebihan) dapat mengurangi resiko stunting (tubuh kerdil) dan obesitas (kelebihan berat badan) pada bayi dan balita. That’s why pemberian MPASI yang tepat akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang bayi kita. Selain itu, melalui MPASI si kecil bisa berpetualang dalam pengenalan rasa, aroma, bentuk, dan tekstur makanan. MPASI juga bisa kita jadikan kesempatan emas untuk menerapkan pola makan yang seimbang dan sehat kepada bayi kita.

Tapinya mums… kebanyakan new mom bingung dan galau tentang awal pemberian MPASI ini. Bingung masalah jenis makanannya, teksturnya, juga waktu pemberiannya kepada si kecil. Pada awal MPASI biasanya banyak Mommy memilih memberikan buah, sayur, atau sereal (tepung beras). World Health Organization (WHO) mengemukakan bahwa MPASI seharusnya alami dan mudah didapatkan, tetapi bukan instan. So tidak masalah apakah si kecil akan diberi buah dulu, sayuran dulu, atau sereal dulu.

Lalu bagaimana dengan tekstur MPASI itu sendiri? Pemberian MPASI sebaiknya dimulai dengan tekstur yang paling lembut dan encer sehingga makanan mudah ditelan dan dicerna oleh bayi. Bubur dan puree merupakan jenis tekstur makanan yang tepat Mums. Kalau bubur pastinya sudah banyak yang tau yaa.. lalu apa sih puree itu? Puree adalah istilah Bahasa Inggris yang berarti sup kental. Dalam dunia per-MPASI-an puree merupakan makanan yang memiliki tekstur lembut dengan beberapa jenis proses pengolahan yaitu ada yang bisa langsung dimakan tanpa melalui proses pemasakan, ada juga yang perlu dikukus, direbus, dipanggang terlebih dahulu sebelum dihidangkan.

Hampir semua jenis makanan dapat dibuat puree, mulai dari serealia, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, juga bahan makanan berprotein seperti ayam, daging, dan ikan. Langkah-langkah membuat puree, untuk buah yang bertekstur lunak dan dapat langsung dikonsumsi tanpa proses pemasakan (misal: pisang, alpukat, pepaya, mangga, jeruk) bisa diblender atau dikerik menggunakan sendok. Sedangkan makanan yang bertekstur keras dan harus dimasak terlebih dahulu bisa diproses dengan cara dikukus, dipanggang, dan direbus.

Air yang tertinggal dari hasil pemasakan bisa digunakan untuk melembutkan dan mengencerkan makanan tersebut sehingga nutrisi yang hilang saat proses pemasakan tidak terlalu banyak. Misalnya setelah mengukus apel atau pir, air kukusannya dapat kita gunakan untuk memblender buah tersebut. Selain menggunakan air kukusan, untuk mengencerkan puree kita bisa menggunakan ASI perah (ASIP), air kaldu (ayam, daging, atau ikan), dan air perasan jeruk manis. Terserah sih Mums mau pakai yang mana, tentunya yang sesuai dengan resep masakan kita untuk si kecil pada saat itu.

Puree dapat dibekukan juga lho Mums apabila kita membuatnya dalam porsi besar sehingga cukup praktis kan bagi para Mum yang bekerja… jika ingin menyimpan puree dalam freezer sebaiknya kita tidak menempatkannya dalam wadah kaca sebab dalam kondisi beku kaca bisa pecah atau retak. Kalau pecahan kacanya tercampur dengan puree kita kan BIG NO banget Mums. Jadi lebih baik puree disimpan dalam wadah plastik khusus untuk makanan yang bersih dan tertutup rapat (kedap udara) untuk menghindari berkembangnya bakteri tertentu yang dapat merusak kualitas puree kita. Jangan lupa untuk menyimpan puree dalam wadah yang berukuran sekali makan sehingga puree tidak keluar masuk kulkas berkali-kali. Untuk mencairkan puree beku, dapat dilakukan seperti halnya mencairkan ASIP yaitu dengan merendam puree beserta wadahnya ke dalam air hangat sehingga tidak terjadi perubahan suhu yang drastis yang dapat menimbulkan pertumbuhan bakteri dalam puree kita.

Berhubung masa MPASI Baby Jacob tinggal menghitung hari, saya jadi samangat nih hunting resep-resep puree. Kira-kira pertama kali MPASI mau dibuatin apa yaaa… jatuhlah pilihan saya pada satu resep sederhana tanpa mengabaikan kandungan gizinya. For our 1st MPASI saya berencana untuk membuatkan puree alpukat campur ASIP untuk Baby Jacob. Kenapa buah alpukat, bukan pisang atau pepaya? Sebenarnya ini cenderung ke alasan pribadi sih Mums karena saya ingin pada MPASI pertamanya, Baby Jacob mengenal rasa gurih dahulu sebelum mengenal rasa manis (pisang dan pepaya cenderung lebih manis daripada alpukat). Just that simple… my own reason, heheheee. 100 gram alpukat mengandung energi 670 kJ (160 kcal), karbohidrat 8.53 g, diet serat 6.7 g, lemak 14.66 g, protein 2 g, vitamin B6 0.257 mg (20%), folat (Vit. B9) 81 mg (20%), niacin (Vit. B3) 1738 mg (12%), vitamin C 10 mg (17%), kalsium 12 mg (1%), dan masih banyak nilai kandungan gizi lainnya yang sangat baik bagi pertumbuhan bayi kita (Sumber: USDA Nutrient Database. Gentara, Lukas. http://www.gen22.net.com).

Ini nih Mums resep Avocado Milk Puree yang saya comot (dengan sedikit modifikasi) dari buku terbitan Puspa Swara yang berjudul ‚ÄúPuree & Bubur Sehat Bayi‚ÄĚ yang ditulis oleh Neura Azzahra (saya beli bukunya di Gramedia, cukup menarik sih karena resep-resepnya disertai dengan gambar sehingga kita bisa melihat tampilan pureenya seperti apa).

Avocado Milk Puree

Bahan:

¬ľ potong alpukat, kerik bagian kuningnya

1 sdt air perasan jeruk manis

100 ml ASIP

Pembuatan:

  1. Haluskan alpukat dengan sendok atau penyaring makanan hingga benar-benar lembut
  2. Teteskan perasan jeruk manis pada alpukat
  3. Aduk dengan 100 ml ASIP hingga tercampur rata dan cenderung encer
  4. Hidangkan hangat

Resep di atas untuk hasil 1 cup, memerlukan waktu pengolahan sekitar 10 menit, dan merupakan jenis puree yang dapat dibekukan sehingga kalau Mums membuatnya dalam porsi cukup besar bisa dibekukan dalam freezer, cukup praktis bagi Mums yang bekerja. So easy and simple kan resep MPASI pertama kami, semoga Baby Jacob suka yaaa. Well Mums… wish me luck dan selamat mencobaaa!!!

Love,

Ina Asdary, Jacob’s Mommy

0

Mencoba Share Resep MPASI (1)

Diawali dengan adanya lomba memasak MPASI dengan kearifan lokal alias tidak boleh ada campuran bahan impor, maka saya mencoba berpikir. Kira-kira menu inovatif apa yang cocok, ngga malu-maluin dan juga disukai Kinash. Akhirnya, melintaslah inspirasi dadakan untuk memasak… jeng… jeng… BUBUR TIM ORAK-ARIK TELUR TERI.

Didukung oleh Mr. Teguh, tukang sayur langganan yang hari ini membawa dagangan ikan teri basah atau sering disebut juga ikan teri nasi, mulailah mama Kinash bereksperimen.

Bahan

  • 1 sdm beras putih
  • 1 butir kuning telur ayam kampung
  • 50 g wortel, kupas, potong dadu kecil
  • 20 g ikan teri nasi
  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 siung bawang merah, cincang halus
  • 1 helai daun bawang, iris tipis
  • 1 sdm minyak kelapa (VCO) untuk menumis

Cara Membuat

Cuci beras, kemudian tim dengan tekstur lembek.

Kocok kuning telur ayam kampung dengan wortel dan daun bawang.

Panaskan minyak kelapa, orak-arik telur, tambahkan sedikit air agar wortel matang, masak sampai kesat, kemudian angkat.

Panaskan kembali minyak kelapa, masukkan bawang putih dan bawang merah cincang, tumis sampai harum.

Masukkan ikan teri nasi, tambahkan sedikit air, masak sampai matang.

Sajikan selagi hangat, untuk 1 porsi.

Syukurlah Kinash lahap maemnya. Oiya, itu tadi resep kerennya. Tp sebenernya saya menanak buburnya menggunakan slow cooker, hihi.. Lebih menghemat waktu dan bahan bakar ūüėõ Terimakasih dan selamat mencoba.

Ini hasil fotonya :)

Ini hasil fotonya ūüôā