Tips Traveling buat Bumil

Gambar

Alhamdulillah, akhirnya bisa posting juga.. Setelah tertunda beberapa hari karena kesibukan dan si dedek di perut yang kuenceng nggak mau diajak ngapa-ngapain, hehe…

Tulisan ini selain merupakan sharing pengalaman pribadi selama hamil, sekaligus juga bentuk “pelunasan” janji ke teman yang baru aja hamil dan diharuskan naik pesawat di usia kehamilan yang masih muda. Sebagai orang yang sudah wira-wiri naik pesawat selama hamil, ada beberapa pengalaman yang mungkin saya bisa bagi. Semoga bermanfaat, amin..

Pertama kali saya naik pesawat saat hamil adalah saat usia kehamilan saya masih 4 minggu, kemudian disusul saat berusia 5 minggu. Setelah itu, saya harus naik pesawat lagi saat usia kehamilan 8 minggu. Perjalanan terakhir saya naik pesawat sampai sebelum hari ini adalah ketika usia kehamilan 16 minggu. Jadi total 4 kali saya naik pesawat sampai usia kehamilan 16 minggu. Alhamdulillah, semua baik-baik saja..

Seperti bumil pada umumnya, pertama kali harus naik pesawat saat hamil pasti lah diliputi beberapa kekhawatiran. Beberapa kekhawatiran yang saya rasakan waktu itu berkaitan dengan aman kah pendeteksi yang kita lewati saat pemeriksaan masuk bandara buat si dedek? Lalu saya juga memikirkan tentang perubahan tekanan dalam kabin dan goncangan yang mungkin terasa selama penerbangan.

Singkat cerita, saya pun baca sana-sini dan bertanya sana-sini untuk menyamankan diri, hehe.. Dan inilah beberapa jawaban yang membantu saya dalam melakukan perjalanan-perjalanan saat itu 🙂

Alat detektor metal di bandara tidak membahayakan kok moms, jangan khawatir.. Yang perlu anda pikirkan adalah waktu bepergian anda..

Honestly moms, usia kehamilan yang aman untuk bepergian adalah saat trimester kedua (4-6 bulan). Saat trimester pertama, janin kita masih “berusaha” menempel dengan kuat pada dinding rahim. Selain itu, “cairan pelindung” nya, yaitu ketuban, belum terbentuk sempurna. Dikhawatirkan, goncangan perjalanan akan mengganggu proses penempelan janin, apalagi dia masih belum dilindungi sempurna oleh ketuban. Dua hal ini yang menyebabkan adanya resiko keguguran pada perjalanan di trimester awal. Jadi musti hati-hati ya..

Selain trimester pertama, bumil juga tidak dianjurkan melakukan perjalanan pada trimester ketiga sih sebenarnya, hehe.. Walaupun ketuban sudah sempurna dan dedek sudah tumbuh lengkap insyaAllah, tapi resiko kelahiran prematur sangat tinggi untuk bumil yang melakukan perjalanan di trimester ini. Ingat kan beberapa waktu lalu ada contoh ibu yang melahirkan di atas pesawat? Walaupun kru pesawat dibekali kemampuan menolong persalinan, tapi tidak adanya fasilitas dalam pesawat yang menunjang kehidupan awal bayi membuat hal itu sangat beresiko. Saya juga ingat salah satu maskapai di Indonesia pernah menurunkan penumpangnya karena diketahui sudah hamil tua (surat keterangan dokter yg dia bawa dimanipulasi usia kehamilannya), karena mereka tidak mau menanggung resiko kelahiran prematur di atas pesawat..

Oleh karena itu, buat para moms bumil bumil sekalan yang mau melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat atau mobil, ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan demi keamanan anda.

  1. Sebelum berangkat:
  • Konsul ke dokter dulu ibu ibuu.. Penting banget!!! Jelaskan kemana, berapa lama, dan akan naik apa, plus kira-kira medan perjalanan seperti apa yang akan anda tempuh. Hal ini akan memberikan gambaran pada dokter anda untuk kemudian memberi ijin anda berangkat / tidak. Beberapa riwayat dimana anda tidak boleh terbang adalah ketika anda mengidap anemia parah, kelainan tertentu dalam kehamilan, plasenta lemah, dan riwayat penggumpalan darah.
  • Jika anda termasuk sering “mabuk” selama perjalanan, minta lah obat anti-mabuk yang aman pada dokter. Beberapa obat anti-mabuk yang beredar bebas di pasaran yang mengandung antihistamin dapat menyebabkan resiko kelainan pada bayi anda.
  • Jangan pergi terlalu jauh moms, misalkan rute Jakarta-Washington yang menghabiskan ber jam jam.. Selain beresiko jet lag anda juga bisa kelelahan.
  • Jangan pergi sendiri. Minta lah suami, atau teman untuk menemani. Minimal ada yang anda bisa minta bantuan kalau ada apa-apa.
    Saya dulu pernah nyaris niat bepergian sendiri karena suami sedang berhalangan menemani. My travel was horrible!! Waktu berangkat saya sehat saja, tapi di tengah perjalanan karena kondisi jalan yang buruk, saya muntah-muntah tidak terkontrol. Untunglah saya tidak jadi pergi sendiri saat itu, suami saya pulang di saat terakhir sebelum berangkat. Nggak ngebayangin kalau muntah-muntah hebat kayak gitu dan sendiriannnnn !!!!!
  • Bawa vitamin atau obat yang diresepkan dokter untuk kehamilan anda.
  • Bawa lotion dan hand sanitizer. Lotion membantu kulit anda tetap lembab dan nyaman. Hand sanitizer diperlukan saat anda harus makan tanpa sempat cuci tangan.
  • Cek daerah tujuan anda : apakah aman dari penyakit endemi, ada kah dokter / RS yang direkomendasikan di tempat tujuan buat jaga-jaga.
  • Bawa informasi asuransi anda (jika anda menggunakan asuransi).
  • Terakhir, bawa lah pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca dan kondisi di tempat tujuan anda. Kalau perlu, bawalah bantal leher, atau bantal pengganjal punggung, selimut tipis, atau jaket. Intinya buat diri anda nyaman sepanjang perjalanan.

Untuk moms yang bepergian naik pesawat, tambahan tips nya adalah:

  • Check in lah awal. Tujuannya, meminta seat yang berada di kabin tengah (jika belum pesan seat). Seat pada kabin ini relatif kecil goncangannya.
  • Beritahu pihak maskapai bahwa anda sedang hamil. Maskapai biasanya akan meminta anda menandatangani surat pernyataan sebelum terbang. Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu anda bisa terbang tanpa surat keterangan dokter. Usia kehamilan 28-34 minggu harus membawa surat keterangan dokter yang merekomendasikan anda cukup sehat untuk terbang. Surat ini diharuskan bertanda tangan paling lama 7 hari sebelum tanggal penerbangan. Patuhi ini momsjangan dimanipulasi tanggal suratnya, demi kebaikan anda sendiri. Usia kehamilan lebih dari 35 minggu anda dilarang terbang.

2.    Di perjalanan :

  • pakai baju yang nyaman. Flat shoes  dan kain yang menyerap keringat akan sangat membantu anda, percayalah..
  • Kalau mau, pakai lah penyangga perut ibu hamil. Pilih yang nyaman. Anda bisa memakainya hanya saat di kendaraan. Berikut contohnya :

20130514103957_Penyangga Perut Hamil New Life -NL

 

  • hindari berdesak-desakan
  • di pesawat terbang, duduklah di kabin tengah, tapi jangan yang dekat pintu darurat. Di mobil, duduklah di kursi tengah dan beritahukan pak sopir untuk tidak ugal-ugalan saat menyetir.
  • kenakan sabuk pengaman di bawah perut dan jangan terlalu ketat.
  • sebisa mungkin, selonjorkan kaki. Mundurkan kursi di mobil. Jika naik pesawat, pilihlah maskapai yang jarak antar seat di pesawatnya agak lebar.
  • Jangan duduk dalam satu posisi terlalu lama. Ubah posisi setiap 2-3 jam dengan jalan-jalan ringan, berdiri, senam kaki, atau stretching ringan.
  • Saat pesawat mendarat, usahakan tubuh diangkat sedikit dari kursi agar benturannya tidak terasa banget.
  • Jika naik mobil, pilih jalan yang mulus dan jangan anda yang mengemudi
  • Bawa makanan kecil!! Penting banget.. Terutama yang bisa mencegah mual anda, jangan lupa bawa minumnya juga 🙂

Sesampainya di tempat tujuan, pertimbangan kondisi fisik anda. Jangan terlalu excited  sampai kecapekan dalam mengikuti kegiatan atau berwisata ya moms.. Selain itu, perhatikan juga kehigienis an makanan kalau anda pengen coba-coba makanan lokal 🙂

Okee,, that’s all tips seputar traveling  buat para mommies-to-be  dari saya. Walau dengan “sedikit” tambahan keribetan, bukan berarti anda harus mengurung diri sepanjang masa hamil dirumah kan moms? hehe.. Happy traveling. Semoga bermanfaat.

PS: Tulisan ini juga dapat dilihat di sini 

Sumber :
– Ayahbunda seri 9 bulan yang Menakjubkan. 2012. PT Aspirasi Pemuda
– http://www.merdeka.com/gaya/bepergian-saat-hamil-lakukan-4-hal-ini.
http://www.teruskan.com/6790/8-tips-traveling-bagi-ibu-hamil.

Iklan

3 respons untuk ‘Tips Traveling buat Bumil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s