Tahap perkembangan Psikososial Erikson

IMG-20131124-00201

 

Bismillahirrahmanirrahiim..

Mumpung banyak temen-teman seangkatan SMA yang baru melahirkan, jadi pengen share tentang tahap perkembangan anak menurut Erikson, paling tidak bisa buat tambahan pengetahuan dan bekal untuk menghadapi dunia baru sebagai ibu 🙂

Erik Erikson percaya, setiap manusia yang baru lahir akan melalui delapan tahap perkembangan selama hidupnya. Dalam tiap-tiap tahapan itu ada tugas perkembangan tersendiri yang khas, berbeda di tiap tahapan. Tugas perkembangan ini akan menimbulkan krisis, permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan. Semakin berhasil seseorang mengatasi krisisnya, maka akan semakin sehat orang tersebut.

Karena kita masih ibu-ibu muda dengan anak yang paling senior usianya sekitar 5 tahunan, maka saya hanya akan menulis 3 dari 8 tahapan Erikson;

  1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Ketidakpercayaan)
    Tugas perkembangan buat dedek bayi pada tahapan pertama ini adalah meraih perasaan aman dan nyaman di lingkungan baru nya di luar rahim ibu. Tahapan ini menuntut adanya perasaan nyaman secara fisik dan psikologis dari bayi terhadap lingkungan sekitarnya. Erikson percaya, kepercayaan pada masa bayi menentukan anggapan seseorang bahwa dunia ini akan menjadi tempat tinggal yang baik dan menyenangkan di masa-masa selanjutnya.
  2. Autonomy vs Shame and Doubt ( Otonomi vs Rasa malu dan ragu-ragu)
    Tahap perkembangan kedua ini berlangsung pada akhir masa bayi dan masa dedek baru mulai belajar berjalan (1-3 tahun). Setelah memperoleh rasa percaya dan nyaman dari pengasuhnya, anak akan mulai belajar bahwa perilaku mereka tidak bergantung pada orang lain. Mereka mulai belajar mandiri, memutuskan sendiri. Mereka mulai menyadari kemauan mereka sendiri. Bila pada tahap ini anak terlalu banyak dibatasi atau dihukum terlalu keras, mereka akan cenderung mengembangkan rasa malu dan ragu-ragu. Sebaliknya, jika anak di dukung dan diarahkan atas kemauannya, mereka akan memiliki rasa kemandirian sbg seorang individu.
  3. Initiative vs guilt ( Prakarsa vs Rasa bersalah)
    Tahapan ini berlangsung pada tahun-tahun pra sekolah. Ketik anak mulai masuk pra sekolah (PAUD/playgroup), mereka akan menemukan dunia baru di luar rumah yang memberikan banyak tantangan. Saat itu, diperlukan perilaku yang aktif dan memiliki tujuan dalam menghadapi tantangan itu. Anak diharapkan sudah tidak lagi random berlari kesana kemari tanpa tujuan seperti ketika masih berusia 1-3 tahun, tapi sebaiknya ia mulai berpikir untuk berlari mengejar penjual es lilin (perilaku bertujuan). Pada masa ini, anak juga sudah mulai diberikan tanggung jawab kecil. Misalkan untuk belajar memakai sepatu sendiri, belajar merawat tas dan buku-buku mereka sendiri, merapikan mainan mereka.
    Pengembangan rasa tanggung jawab akan meningkatkan adanya prakarsa/inisiatif. Sebaliknya, perasaan bersalah bisa muncul jika anak tidak diberi kepercayaan dan selalu dibuat cemas dengan ancaman ancaman.
    Erikson sendiri berpendapat positif mengenai masa ini, ia berpikira bahwa kebanyakan rasa bersalah akan dengan cepat digantikan oleh rasa berhasil.

Sementara, sekian dulu tulisannya tentang tahapan psikososial anak.. Semoga membantu para mommies dalam mengasuh anak tercintaaa..

 

Iklan

Satu respons untuk “Tahap perkembangan Psikososial Erikson”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s