Multiple Intelligent by Bujake

Multiple Intelligence “Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang”

Hello Mums, long time no see, langsung saja ya kali ini saya akan berbagi tentang berbagai jenis “kecerdasan anak” sesuai dengan yang ditulis oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A, seorang praktisi kesehatan yang telah membukukan ilmunya seputar dunia parenting. Hingga saat ini, banyak orangtua yang menganggap bahwa anak yang cerdas adalah anak yang selalu berprestasi di bidang akademik: anak yang selalu ranking 1 di kelas, anak yang nilai pelajaran sekolahnya selalu tinggi, anak yang menang lomba cerdas cermat, atau anak yang memiliki nilai IQ tinggi. Lalu bagaimana sebenarnya anak yang cerdas itu? Dan apa saja yang bisa orangtua lakukan untuk mendukung kecerdasan tersebut?

Menurut  Howard Gardner, seorang psikolog Amerika, kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang. Kecerdasan itu sendiri tidaklah didominasi oleh satu kemampuan yang spesifik saja, tetapi dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

1. Kecerdasan musik Kecerdasan ini sangat terkait dgn proses mendengar, yang meliputi: kemampuan menikmati, mengamati dan mengekspresikan bentuk musik. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sejak dalam kandungan, bayi sudah mulai bisa mendengar. Memperdengarkan musik pada bayi saat masih di dalam kandungan akan sangat membantu perkembangan alat dengar bayi. Setelah bayi lahir hingga berusia 6 bulan, perdengarkan berbagai suara yang ada di sekitarnya. Suara gemericik air, bunyi binatang, tepukan tangan, dentingan sendok, dll. Setelah berusia 6 bulan, perdengarkanlah lagu sambil mengajak anak bernyanyi. Anak dengan kecerdasan musik sangat sensitif dengan nada dan irama, dia akan langsung menggerakkan tubuhnya saat mendengarkan musik.

2. Kecerdasan visual-spasial Kecerdasan ini terkait dengan kemampuan menilai ruang dan kemampuan memperoleh informasi lewat visual. Sejak dini, perkenalkan si kecil dengan berbagai warna, garis, bentuk, ruang, dan ukuran. Tunjukkan berbagai benda di sekitarnya sambil menyebut nama2nya satu per satu.

3. Kecerdasan verbal-linguistik Anak dalam kecerdasan ini lebih cepat bicara dibanding dengan anak lain seusianya. Ketika besar dia akan senang membaca atau menulis. Kecerdasan verbal dapat distimulasi dgn rutin mengajak anak berbicara. Penelitian membuktikan bahwa orangtua yang sering mengajak anaknya ngobrol, kelak anak tsb akan memiliki kosakata yang lebih banyak dibanding dgn yg tidak sering diajak mengobrol. Selain mengobrol, kecerdasan verbal-linguistik pada anak dapat distimulasi dgn sering membacakan cerita/dongeng kepada mereka.

4. Kecerdasan logika-matematika Kecerdasan ini terkait dgn kemampuan berpikir kompleks termasuk memecahkan masalah. Kita dapat memberikan mainan menyusun balok/puzzle pada anak, biasanya anak dgn kecerdasan ini menyukai thinking games, angka, dan sangat peduli terhadap keteraturan.

5. Kecerdasan kinestetik (gerak) Kecerdasan ini terkait dgn kemampuan anak untuk beradaptasi pada lingkungan baru dgn gerak motoriknya, yang meliputi: koordinasi, keseimbangan, daya tahan, kekuatan, dan kecepatan. Misal ketika anak diceburkan ke dalam kolam renang maka akan mengerti harus bagaimana untuk bisa survive, dia akan tanggap untuk langsung menggerakkan kakinya supaya bisa tetap mengambang.

6. Kecerdasan interpersonal Merupakan kecerdasan yang terkait dgn kemampuan mengenali diri sendiri. Anak dgn kecerdasan ini relatif anteng saat ditinggal sendirian karena mereka bisa bermain sendiri. Dgn kemampuan ini, anak mampu mengenali diri sendiri dgn lebih dalam, mengenali kelebihan serta kekurangannya. Kita dapat menstimulasinya dgn membantu untuk lebih mengenal diri sendiri misalnya dgn memintanya menceritakan apa yang dia lihat saat bercermin dan mengajak berbicara mengenai cita2 nya saat besar nanti.

7. Kecerdasan intrapersonal Merupakan kemampuan untuk berhubungan dgn orang lain. Anak dgn kecerdasan ini akan sangat responsif saat namanya dipanggil. Selain itu, mereka akan suka berada di lingkungan baru dan gemar berinteraksi dgn oang lain. Kita dapat menstimulasinya dgn sering mangajak anak mengunjungi tempat2 baru yang menyenangkan dan memberikannya kesempatan untuk berinteraksi dgn orang lain, baik teman sebayanya ataupun dgn orang lain dgn usia yg lebih dewasa.

8. Kecerdasan naturalistik Merupakan kemampuan untuk berhubungan dgn alam. Anak2 dgn kemampuan ini sangat senang jika diajak bermain di alam terbuka. Telinganya akan peka terhadap suara2 binatang. Kita dapat menstimulasi dgn meminta anak menceritakan apa yang dia lihat sewaktu diajak ke alam bebas, ajak dia menanam pohon, dan mencacat pertumbuhan pohon tersebut. Anak2 dgn kecerdasan ini pasti akan menyukainya.

9. Kecerdasan spiritual Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang menyangkut kemampuan manusia mengenal Tuhannya, meyakini keberadaan dan keesaan Tuhan, serta melakukan segala hal yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Kita dapat memulai dgn menceritakan tentang agama, menunjukkan ajaran-ajarannya, dan membacakan dongeng2 religi untuk menstimulasi kecerdasan ini.

10. Kecerdasan eksistensial Kecerdasan ini melibatkan kemampuan manusia dalam menjawab berbagai macam persoalan terdalam tentang eksistensi atau keberadaan manusia. Para ahli filsafat seperti Plato atau Socrates merupakan contoh dari mereka yang memiliki kecerdasan ini. Untuk menstimulasinya, kita dapat menunggu sampai anak cukup besar untuk mengerti, misalnya dengan menjelaskan asal-usul manusia kepada mereka. Secara sederhana, 10 jenis kecerdasan tersebut  dapat diibaratkan sebagai pintu masuk. Anak tinggal memilih dari pitu yang mana dia ingin mengembangkan potensi diri. Untuk mengembangkan kecerdasan anak, tugas kita sebagai orang tua adalah memenuhi kebutuhan fisik, emosi, serta memberikan stimulasi. Kebutuhan fisik erat hubungannya dengan pemenuhan nutrisi, kebutuhan emosi dapat diberikan dengan bonding (ikatan) yang kuat antara orang tua dengan anak, dan stimulasi dapat diberikan dengan sering mengajak anak belajar sambil bermain. Dengan mengenali 10 jenis kecerdasan di atas, semoga kita tidak galau dan selalu bertanya-tanya: apakah anak saya termasuk anak yang cerdas? Yang harus kita lakukan adalah percaya.. bahwa anak kita cerdas. Namun cerdas di bagian mana, itulah tugas kita untuk mengenali dan mengarahkannya. Anak akan sukses di bidangnya jika diarahkan dengan baik dan benar. Sekian dulu semoga bermanfaat ya Mums.. Semangat!!!  

By Ina Bujake,

Sumber: Play and Learn, Mendampingi anak usia 0-4 tahun belajar sambil bermain.

ByBundKay

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s