1

Pejuang ASI

Dulu, saya berpikir bahwa menyusui adalah soal gampang. Tinggal “clep, clep”, kayak ibu-ibu yang biasa saya lihat. Setelah gagal melahirkan baby Fazna secara normal, IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang tak terwujud, maka memberikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif harus bisa dilakukan, begitu tekad saya.

“Mbak, waktunya menyusui”, kata suster, beberapa jam setelah operasi caesar saya selesai.

“Mana-mana”, sahut saya penuh semangat. Dan “clep”, proses menyusui pun dimulai. Sehari dua hari, saya masih merasa enjoy dengan proses menyusui tersebut. Sampai pada hari ketiga,

“Mbak, posisi saya sudah bener ya?”, tanya saya ragu-ragu karena proses menyusui tersebut lama kelamaan mulai terasa kurang nyaman.

“Udah bener kok mbak”, jawab susternya dingin.

“ASI saya segini juga udah cukup ya mbak?” tanya saya lagi, yang melihat ASI saya yang cenderung sedikit.

Baca lebih lanjut

Iklan