0

Melukis by Bujake

MELUKIS, YUUK!!!  

Setiap anak yang dilahirkan ke dunia pasti dibekali potensi diri sebagai anugerah dari Tuhan. Tugas kita sebagai orangtua adalah berusaha menggali dan mengembangkan potensi tersebut sehingga dapat memberikan manfaat kepada anak kita di kehidupannya kelak. Salah satu potensi yang ada pada diri anak adalah kemampuan melukis. Melukis bisa menjadi salah satu media untuk mencurahkan sesuatu yang ada dalam pikiran dan imajinasi seseorang, tidak terkecuali anak-anak. Meskipun kita belum mengetahui kemampuan melukis akan bisa berkembang secara optimal dalam diri anak, namun tugas kita sebagai orangtua adalah mengarahkannya untuk mencoba dan berlatih melukis sebab dalam aktivitas tersebut terdapat sejumlah hal yang bermanfaat bagi perkembangan anak.

a. Alat dan Bahan

1. Spidol warna-warni/crayon berukuran besar/pensil warna/cat air dgn kuas

2. Kertas putih besar sebagai kanvas

3. Meja sebagai alas

b. Cara Bermain

1. Letakkan kertas dan alat lukis di atas meja

2. Arahkan anak untuk duduk di dekat meja yang telah disiapkan kertas dan alat lukis. Kemudian ajaklah dia untuk berimajinasi, ceritakan kepadanya gambaran tentang hal-hal yang dia kenal dan sukai.

3. Dampingi anak dalam melakukan coretan-coretan di atas kertas, sekaligus arahkan untuk membuat berbagai macam coretan, misalnya: garis pendek, garis panjang, garis putus2, lingkaran, kotak, dll.

4. Mintalah anak untuk menceritakan mengenai hasil karyanya itu.

5. Seaneh apapun coretan yang dihasilkan anak jangan memberikan komentar negatif tentang hasil karyanya karena semakin sering anak melukis, semakin baik kemampuannya untuk mengendalikan gerakan tangan dan semakin nyata bentuk karya yang dihasilkannya.

c. Manfaat yang diperoleh

1. Membantu perkembangan gerakan motorik halus.

2. Membantu perkembangan imajinasi dan tahapan menuju kreativitas.

3. Melatih penggunaan media untuk mengekspresikan perasaan.  

Ini adalah hasil karya Jacob, ketika saya tanya dia menggambar apa, dia bilang ini adalah gambar ikan. Silakan berimajinasi sendiri ya Mums, kok bisa ini disebut ikan. Hehehe… Game edukatif kali ini cukup mudah dan sederhana kan?! Mendampingi anak dalam mengekspresikan dirinya sangat penting demi menunjang perkembangan motoriknya. So mums, tunggu apa lagi? Let’s do it!   

Ina BuJake,

Sumber: Ratusan Game Edukatif untuk Anak Usia 0-3 Tahun oleh John Rinaldi

ByBundKay

Iklan
0

Multiple Intelligent by Bujake

Multiple Intelligence “Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang”

Hello Mums, long time no see, langsung saja ya kali ini saya akan berbagi tentang berbagai jenis “kecerdasan anak” sesuai dengan yang ditulis oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A, seorang praktisi kesehatan yang telah membukukan ilmunya seputar dunia parenting. Hingga saat ini, banyak orangtua yang menganggap bahwa anak yang cerdas adalah anak yang selalu berprestasi di bidang akademik: anak yang selalu ranking 1 di kelas, anak yang nilai pelajaran sekolahnya selalu tinggi, anak yang menang lomba cerdas cermat, atau anak yang memiliki nilai IQ tinggi. Lalu bagaimana sebenarnya anak yang cerdas itu? Dan apa saja yang bisa orangtua lakukan untuk mendukung kecerdasan tersebut?

Menurut  Howard Gardner, seorang psikolog Amerika, kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang. Kecerdasan itu sendiri tidaklah didominasi oleh satu kemampuan yang spesifik saja, tetapi dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

1. Kecerdasan musik Kecerdasan ini sangat terkait dgn proses mendengar, yang meliputi: kemampuan menikmati, mengamati dan mengekspresikan bentuk musik. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sejak dalam kandungan, bayi sudah mulai bisa mendengar. Memperdengarkan musik pada bayi saat masih di dalam kandungan akan sangat membantu perkembangan alat dengar bayi. Setelah bayi lahir hingga berusia 6 bulan, perdengarkan berbagai suara yang ada di sekitarnya. Suara gemericik air, bunyi binatang, tepukan tangan, dentingan sendok, dll. Setelah berusia 6 bulan, perdengarkanlah lagu sambil mengajak anak bernyanyi. Anak dengan kecerdasan musik sangat sensitif dengan nada dan irama, dia akan langsung menggerakkan tubuhnya saat mendengarkan musik.

2. Kecerdasan visual-spasial Kecerdasan ini terkait dengan kemampuan menilai ruang dan kemampuan memperoleh informasi lewat visual. Sejak dini, perkenalkan si kecil dengan berbagai warna, garis, bentuk, ruang, dan ukuran. Tunjukkan berbagai benda di sekitarnya sambil menyebut nama2nya satu per satu.

3. Kecerdasan verbal-linguistik Anak dalam kecerdasan ini lebih cepat bicara dibanding dengan anak lain seusianya. Ketika besar dia akan senang membaca atau menulis. Kecerdasan verbal dapat distimulasi dgn rutin mengajak anak berbicara. Penelitian membuktikan bahwa orangtua yang sering mengajak anaknya ngobrol, kelak anak tsb akan memiliki kosakata yang lebih banyak dibanding dgn yg tidak sering diajak mengobrol. Selain mengobrol, kecerdasan verbal-linguistik pada anak dapat distimulasi dgn sering membacakan cerita/dongeng kepada mereka.

4. Kecerdasan logika-matematika Kecerdasan ini terkait dgn kemampuan berpikir kompleks termasuk memecahkan masalah. Kita dapat memberikan mainan menyusun balok/puzzle pada anak, biasanya anak dgn kecerdasan ini menyukai thinking games, angka, dan sangat peduli terhadap keteraturan.

5. Kecerdasan kinestetik (gerak) Kecerdasan ini terkait dgn kemampuan anak untuk beradaptasi pada lingkungan baru dgn gerak motoriknya, yang meliputi: koordinasi, keseimbangan, daya tahan, kekuatan, dan kecepatan. Misal ketika anak diceburkan ke dalam kolam renang maka akan mengerti harus bagaimana untuk bisa survive, dia akan tanggap untuk langsung menggerakkan kakinya supaya bisa tetap mengambang.

6. Kecerdasan interpersonal Merupakan kecerdasan yang terkait dgn kemampuan mengenali diri sendiri. Anak dgn kecerdasan ini relatif anteng saat ditinggal sendirian karena mereka bisa bermain sendiri. Dgn kemampuan ini, anak mampu mengenali diri sendiri dgn lebih dalam, mengenali kelebihan serta kekurangannya. Kita dapat menstimulasinya dgn membantu untuk lebih mengenal diri sendiri misalnya dgn memintanya menceritakan apa yang dia lihat saat bercermin dan mengajak berbicara mengenai cita2 nya saat besar nanti.

7. Kecerdasan intrapersonal Merupakan kemampuan untuk berhubungan dgn orang lain. Anak dgn kecerdasan ini akan sangat responsif saat namanya dipanggil. Selain itu, mereka akan suka berada di lingkungan baru dan gemar berinteraksi dgn oang lain. Kita dapat menstimulasinya dgn sering mangajak anak mengunjungi tempat2 baru yang menyenangkan dan memberikannya kesempatan untuk berinteraksi dgn orang lain, baik teman sebayanya ataupun dgn orang lain dgn usia yg lebih dewasa.

8. Kecerdasan naturalistik Merupakan kemampuan untuk berhubungan dgn alam. Anak2 dgn kemampuan ini sangat senang jika diajak bermain di alam terbuka. Telinganya akan peka terhadap suara2 binatang. Kita dapat menstimulasi dgn meminta anak menceritakan apa yang dia lihat sewaktu diajak ke alam bebas, ajak dia menanam pohon, dan mencacat pertumbuhan pohon tersebut. Anak2 dgn kecerdasan ini pasti akan menyukainya.

9. Kecerdasan spiritual Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang menyangkut kemampuan manusia mengenal Tuhannya, meyakini keberadaan dan keesaan Tuhan, serta melakukan segala hal yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Kita dapat memulai dgn menceritakan tentang agama, menunjukkan ajaran-ajarannya, dan membacakan dongeng2 religi untuk menstimulasi kecerdasan ini.

10. Kecerdasan eksistensial Kecerdasan ini melibatkan kemampuan manusia dalam menjawab berbagai macam persoalan terdalam tentang eksistensi atau keberadaan manusia. Para ahli filsafat seperti Plato atau Socrates merupakan contoh dari mereka yang memiliki kecerdasan ini. Untuk menstimulasinya, kita dapat menunggu sampai anak cukup besar untuk mengerti, misalnya dengan menjelaskan asal-usul manusia kepada mereka. Secara sederhana, 10 jenis kecerdasan tersebut  dapat diibaratkan sebagai pintu masuk. Anak tinggal memilih dari pitu yang mana dia ingin mengembangkan potensi diri. Untuk mengembangkan kecerdasan anak, tugas kita sebagai orang tua adalah memenuhi kebutuhan fisik, emosi, serta memberikan stimulasi. Kebutuhan fisik erat hubungannya dengan pemenuhan nutrisi, kebutuhan emosi dapat diberikan dengan bonding (ikatan) yang kuat antara orang tua dengan anak, dan stimulasi dapat diberikan dengan sering mengajak anak belajar sambil bermain. Dengan mengenali 10 jenis kecerdasan di atas, semoga kita tidak galau dan selalu bertanya-tanya: apakah anak saya termasuk anak yang cerdas? Yang harus kita lakukan adalah percaya.. bahwa anak kita cerdas. Namun cerdas di bagian mana, itulah tugas kita untuk mengenali dan mengarahkannya. Anak akan sukses di bidangnya jika diarahkan dengan baik dan benar. Sekian dulu semoga bermanfaat ya Mums.. Semangat!!!  

By Ina Bujake,

Sumber: Play and Learn, Mendampingi anak usia 0-4 tahun belajar sambil bermain.

ByBundKay

0

Waspada : Anemia pada Bayi by dr Elvina

Pengalaman Radang Tenggorokan dan Anemia pada Bayi

Haloo moms… saya mau share nih tentang pengalaman anak saya. Semoga cerita saya bisa diambil hikmahnya. 🙂

Langsung aja yaa… Beberapa hari yg lalu pas tengah malam Nizza terbangun. Sedikit rewel dan badannya anget. Saya gak begitu panik, karna memang saya lihat gusinya bengkak. Ok, anakku mungkin demam karna tumbuh gigi. Kasih cairan yg banyak dan minum paracetamol insyaAllah membaik sendiri (batinku). Ternyata demamnya berlanjut. Naik turun selama 3 hari, kalau malam demam tinggi, kalau pagi normal dan anaknya sehat dan aktif (kayak lg gak sakit). Mulailah kekhawatiran saya muncul. Kekhawatiran saya bertambah karna Nizza gak mau minum paracetamol drop. Setiap minum selalu muntah. Akhirnya saya kasih dumin supositoria (paracetamol yang dimasukkan lewat dubur). Sebenarnya kasian kalau tiap demam musti di gituin. Tapi mau gimana lagi. hiks 😦

Akhirnya pas hari ke 4, saya dan suami pergi ke IGD salah satu RS swasta di tempat saya tinggal. Walaupun pagi itu kondisi Nizza sudah membaik dan ceria lagi tapi saya tetap pengen priksa. Masuklah kami ke IGD. Disana Nizza di cek berat badan dan suhu nya oleh perawat. Suhunya normal. Kemudian dokter IGD datang. Beliau melakukan auskultasi (periksa pake stetoskop). Hanya dari auskultasi 2 detik, tanpa cek lain2 beliau langsung bilang: “opname ya!”. Haaa???…Saya lalu coba me-nego: ” dok, gak di cek lab dulu aja? nanti kalau ketemu diagnosisnya baru ditentukan perlu rawat inap gak”. Trus kata dokternya : “oooh, oke kalau gitu”. Akhirnya Nizza di cek lab. Hasilnya DB (demam berdarah) sama typus nya negatif. Cuman leukosit tinggi sama anemia. Sang dokter IGD tersebut tetep minta Nizza buat opname. Tapi saya dan suami menolak. Akhirnya kita ke spesialis anak. Setelah diperiksa ternyata Nizza kena radang tenggorokan. Saya benar benar kecolongan. Gak terlintas tentang diagnosis itu. Karna kan Nizza masih bayi, gak makan gorengan, es, dan macem2.

Dsa tersebut memberikan edukasi secara detil dan up to date. Ini edukasi beliau:
1. Untuk bayi 11 bulan harusnya beratnya 11 kiloan. Nizza cuman 8,8kg. Jadi kurang
2. Perbaiki menu makan. Kenalkan rasa dan semua makanan. Apa yang kita makan dia boleh makan. Kecuali msg. Teori no gula garam sebelum 1 th sudah lama ditinggalkan. Boleh kasih kasih gulgar tapi sesuai takaran.
3. Untuk usia 11 bulan gigi Nizza masih 5. Itu kurang banget. Solusinya. Stop bubur. Kasih makanan biasa seperti orang dewasa. Semakin banyak dia mengunyah kasar maka gusi akan terangsang, gigi akan tumbuh.
4. Jangan beri camilan biskuit. Kasih kue basah buat camilan.

Akhirnya saya pulang dengan membawa obat dari beliau. Nizza dapat obat cefilia drop (isinya cefixim) sama suplemen zat besi. Untuk kali ini, saya gak ngikut terapi dsa saya. Karna menurut saya antibiotik tersebut terlalu wow. Mana Nizza masih 11bulan pula. Tapi namanya terapi itu seni. Sah sah saja kl beliau kasih itu. Akhirnya saya kasih Nizza amoxan drop. Untuk demamnya saya kasih obat penurun demam di botol susunya trus saya cairkan dengan air matang. Alhamdulillah sembuh. Sekarang tinggal ngatasi anemianya sama naikkin BB Nizza doang. Mohon doanya ya moms.. semoga Nizza cepat sehat dan gemuk lg. amiin 🙂

ANEMIA DEFISIENSI BESI (ADB)

pada BAYI Kelompok usia yang paling tinggi mengalami defisiensi besi adalah usia balita (0-5 tahun) sehingga kelompok usia ini menjadi prioritas pencegahan defisiensi besi . Kekurangan besi dengan atau tanpa anemia, terutama yang berlangsung lama dan terjadi pada usia 0-2 tahun dapat mengganggu tumbuh kembang anak, antara lain menimbulkan defek pada mekanisme pertahanan tubuh dan gangguan pada perkembangan otak yang berdampak negatif terhadap kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Bayi dan anak rentan mengalami ADB karena berbagai hal, di antaranya akibat kebutuhan tubuh akan zat besi yang meningkat seiring dengan percepatan pertumbuhan badan dan asupan zat besi dari makanan tidak cukup.

Gejala:
Gejala yang paling sering ditemukan adalah pucat yang berlangsung lama (kronis) dan dapat ditemukan gejala komplikasi, a.l. lemas, mudah lelah, mudah infeksi, menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan gangguan perilaku.

Penyebab: Penyebab anemia pada bayi kurang dari 1 tahun a.l. karena bayi berat lahir rendah, prematuritas, lahir kembar, ASI ekslusif tanpa suplementasi besi, susu formula rendah besi, pertumbuhan cepat, anemia selama kehamilan. dan alergi protein susu sapi.

Penatalaksanaan:
1. Mengatasi faktor penyebab.
2. Pemberian preparat besi oral. Preparat besi dapat diberikan secara oral dengan dosis 2 mg/kgBB/hari (untuk bayi cukup bulan usia 4bulan -2 tahun). Diberikan sampai 2-3 bulan sejak Hb kembali normal 3.Pemberian vitamin C untuk membantu absorbsi zat besi.
4.Pemberian asam folat untuk meningkatkan aktifitas eritropoiesis
5.Hindari makanan yang menghambat absorpsi besi (teh, susu murni, kuning telur, serat) dan obat seperti antasida dan kloramfenikol.
6.Banyak minum untuk mencegah terjadinya konstipasi (efek samping pemberian preparat besi)

Pencegahan:

Usaha sederhana mencegah ADB adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Usahakan bayi mendapat air susu ibu eksklusif. Setelah usia 6 bulan apabila tidak mendapat air susu ibu sebaiknya diberi susu formula yang difortifikasi zat besi. Pemberian tambahan zat besi dianjurkan pula sejak bayi sampai usia remaja, diberikan sebagai usaha pencegahan terhadap anemis.

Banyak bahan makanan di sekitar kita yang kaya kandungan zat besi. Sayuran berdaun hijau seperti selada air, kangkung, brokoli, bayam hijau, buncis dan kacang-kacangan kaya akan zat besi. Bahan makanan hewani seperti daging merah dan kuning telur juga kaya zat besi dan lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan sumber nabati.
Dalam proses pengolahan bahan makanan, sangat perlu diperhatikan pengolahan yang baik dan benar sehingga kandungan zat makanan misalkan zat besi tidak berkurang dari bahan makanan tersebut. Usahakan anak Anda banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi untuk mencegah ADB. Usaha sederhana yang dapat menyelamatkan anak Anda.

NB link penting:
Rekomendasi IDAI suplemen besi untuk anak: http://idai.or.id/wp-content/uploads/2013/02/

Rekomendasi-IDAI_Suplemen-Zat-Besi.pdf

Rekomendasi IDAI tentang MPASI untuk mencegah malnutrisi 2015: http://idai.or.id/wp-content/uploads/2015/07/merged_document.pdf  

ByBundKay

0

Donat Labu Ala Buhan

PUMPKIN DONUT(Donat Labu Kuning)

donat kentang? Ah biasaa… Nyoba bikin donat labu kuning yuuuk… Bahannya mudah didapat, berserat tinggi which is bagus banget buat pencernaan daaan yg pasti ini cemilan favorit anak-anak. Yuk mariii…

Resepnya aku adaptasi dari resep Ibu Fatmah Bahalwan NCCBahan untuk membuat Donat Labu Kuning NCC

Bahan A:
600 gram tepung terigu protein tinggi(aku pakai yang cakra kembar)

50 gram susu bubuk (aku pakai dancow sachet)

100 gram gula halus

11 gram ragi instant (fermipan)

bahan B:

4 butir kuning telur

300 gram labu kuning (kukus, haluskan, dinginkan. Labunya ditimbang setelah dikukus)

100 ml air dingin 

bahan C:

75 gram mentega

1/4 sdt garam

Cara Membuat Donat Labu Kuning NCC
1. Campur semua bahan A, aduk rata.
2.Masukkan bahan B, uleni hingga bergumpal-gumpal.
3. Tambahkan bahn C, uleni terus hingga kalis. 
4. Bulatkan dan diamkan selama 15 menit. 
5. Bagi adonan masing-masing 40 gram.
Berhubung buru-buru jemput Farhan, aku ngukurnya pake sendok makan. Jadi ambil adonan masing-masing 1 sendok makan, bulatkan hingga licin. Diamkan 20 menit.
6. Lubangi tengahnya menjadi bentuk donat, kemudian goreng hingga kuning kecoklatan.
 7. Angkat dan tiriskan. Beri toping sesuai selera.

Hasilnya crispy diluar tapi empuuk di dalam… Selamat mencoba..

ByBundKay

1

Tahap perkembangan Psikososial Erikson

IMG-20131124-00201

 

Bismillahirrahmanirrahiim..

Mumpung banyak temen-teman seangkatan SMA yang baru melahirkan, jadi pengen share tentang tahap perkembangan anak menurut Erikson, paling tidak bisa buat tambahan pengetahuan dan bekal untuk menghadapi dunia baru sebagai ibu 🙂

Erik Erikson percaya, setiap manusia yang baru lahir akan melalui delapan tahap perkembangan selama hidupnya. Dalam tiap-tiap tahapan itu ada tugas perkembangan tersendiri yang khas, berbeda di tiap tahapan. Tugas perkembangan ini akan menimbulkan krisis, permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan. Semakin berhasil seseorang mengatasi krisisnya, maka akan semakin sehat orang tersebut.

Karena kita masih ibu-ibu muda dengan anak yang paling senior usianya sekitar 5 tahunan, maka saya hanya akan menulis 3 dari 8 tahapan Erikson;

  1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Ketidakpercayaan)
    Tugas perkembangan buat dedek bayi pada tahapan pertama ini adalah meraih perasaan aman dan nyaman di lingkungan baru nya di luar rahim ibu. Tahapan ini menuntut adanya perasaan nyaman secara fisik dan psikologis dari bayi terhadap lingkungan sekitarnya. Erikson percaya, kepercayaan pada masa bayi menentukan anggapan seseorang bahwa dunia ini akan menjadi tempat tinggal yang baik dan menyenangkan di masa-masa selanjutnya.
  2. Autonomy vs Shame and Doubt ( Otonomi vs Rasa malu dan ragu-ragu)
    Tahap perkembangan kedua ini berlangsung pada akhir masa bayi dan masa dedek baru mulai belajar berjalan (1-3 tahun). Setelah memperoleh rasa percaya dan nyaman dari pengasuhnya, anak akan mulai belajar bahwa perilaku mereka tidak bergantung pada orang lain. Mereka mulai belajar mandiri, memutuskan sendiri. Mereka mulai menyadari kemauan mereka sendiri. Bila pada tahap ini anak terlalu banyak dibatasi atau dihukum terlalu keras, mereka akan cenderung mengembangkan rasa malu dan ragu-ragu. Sebaliknya, jika anak di dukung dan diarahkan atas kemauannya, mereka akan memiliki rasa kemandirian sbg seorang individu.
  3. Initiative vs guilt ( Prakarsa vs Rasa bersalah)
    Tahapan ini berlangsung pada tahun-tahun pra sekolah. Ketik anak mulai masuk pra sekolah (PAUD/playgroup), mereka akan menemukan dunia baru di luar rumah yang memberikan banyak tantangan. Saat itu, diperlukan perilaku yang aktif dan memiliki tujuan dalam menghadapi tantangan itu. Anak diharapkan sudah tidak lagi random berlari kesana kemari tanpa tujuan seperti ketika masih berusia 1-3 tahun, tapi sebaiknya ia mulai berpikir untuk berlari mengejar penjual es lilin (perilaku bertujuan). Pada masa ini, anak juga sudah mulai diberikan tanggung jawab kecil. Misalkan untuk belajar memakai sepatu sendiri, belajar merawat tas dan buku-buku mereka sendiri, merapikan mainan mereka.
    Pengembangan rasa tanggung jawab akan meningkatkan adanya prakarsa/inisiatif. Sebaliknya, perasaan bersalah bisa muncul jika anak tidak diberi kepercayaan dan selalu dibuat cemas dengan ancaman ancaman.
    Erikson sendiri berpendapat positif mengenai masa ini, ia berpikira bahwa kebanyakan rasa bersalah akan dengan cepat digantikan oleh rasa berhasil.

Sementara, sekian dulu tulisannya tentang tahapan psikososial anak.. Semoga membantu para mommies dalam mengasuh anak tercintaaa..

 

3

Tips Traveling buat Bumil

Gambar

Alhamdulillah, akhirnya bisa posting juga.. Setelah tertunda beberapa hari karena kesibukan dan si dedek di perut yang kuenceng nggak mau diajak ngapa-ngapain, hehe…

Tulisan ini selain merupakan sharing pengalaman pribadi selama hamil, sekaligus juga bentuk “pelunasan” janji ke teman yang baru aja hamil dan diharuskan naik pesawat di usia kehamilan yang masih muda. Sebagai orang yang sudah wira-wiri naik pesawat selama hamil, ada beberapa pengalaman yang mungkin saya bisa bagi. Semoga bermanfaat, amin..

Pertama kali saya naik pesawat saat hamil adalah saat usia kehamilan saya masih 4 minggu, kemudian disusul saat berusia 5 minggu. Setelah itu, saya harus naik pesawat lagi saat usia kehamilan 8 minggu. Perjalanan terakhir saya naik pesawat sampai sebelum hari ini adalah ketika usia kehamilan 16 minggu. Jadi total 4 kali saya naik pesawat sampai usia kehamilan 16 minggu. Alhamdulillah, semua baik-baik saja..

Seperti bumil pada umumnya, pertama kali harus naik pesawat saat hamil pasti lah diliputi beberapa kekhawatiran. Beberapa kekhawatiran yang saya rasakan waktu itu berkaitan dengan aman kah pendeteksi yang kita lewati saat pemeriksaan masuk bandara buat si dedek? Lalu saya juga memikirkan tentang perubahan tekanan dalam kabin dan goncangan yang mungkin terasa selama penerbangan.

Singkat cerita, saya pun baca sana-sini dan bertanya sana-sini untuk menyamankan diri, hehe.. Dan inilah beberapa jawaban yang membantu saya dalam melakukan perjalanan-perjalanan saat itu 🙂

Alat detektor metal di bandara tidak membahayakan kok moms, jangan khawatir.. Yang perlu anda pikirkan adalah waktu bepergian anda..

Honestly moms, usia kehamilan yang aman untuk bepergian adalah saat trimester kedua (4-6 bulan). Saat trimester pertama, janin kita masih “berusaha” menempel dengan kuat pada dinding rahim. Selain itu, “cairan pelindung” nya, yaitu ketuban, belum terbentuk sempurna. Dikhawatirkan, goncangan perjalanan akan mengganggu proses penempelan janin, apalagi dia masih belum dilindungi sempurna oleh ketuban. Dua hal ini yang menyebabkan adanya resiko keguguran pada perjalanan di trimester awal. Jadi musti hati-hati ya..

Selain trimester pertama, bumil juga tidak dianjurkan melakukan perjalanan pada trimester ketiga sih sebenarnya, hehe.. Walaupun ketuban sudah sempurna dan dedek sudah tumbuh lengkap insyaAllah, tapi resiko kelahiran prematur sangat tinggi untuk bumil yang melakukan perjalanan di trimester ini. Ingat kan beberapa waktu lalu ada contoh ibu yang melahirkan di atas pesawat? Walaupun kru pesawat dibekali kemampuan menolong persalinan, tapi tidak adanya fasilitas dalam pesawat yang menunjang kehidupan awal bayi membuat hal itu sangat beresiko. Saya juga ingat salah satu maskapai di Indonesia pernah menurunkan penumpangnya karena diketahui sudah hamil tua (surat keterangan dokter yg dia bawa dimanipulasi usia kehamilannya), karena mereka tidak mau menanggung resiko kelahiran prematur di atas pesawat..

Oleh karena itu, buat para moms bumil bumil sekalan yang mau melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat atau mobil, ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan demi keamanan anda.

  1. Sebelum berangkat:
  • Konsul ke dokter dulu ibu ibuu.. Penting banget!!! Jelaskan kemana, berapa lama, dan akan naik apa, plus kira-kira medan perjalanan seperti apa yang akan anda tempuh. Hal ini akan memberikan gambaran pada dokter anda untuk kemudian memberi ijin anda berangkat / tidak. Beberapa riwayat dimana anda tidak boleh terbang adalah ketika anda mengidap anemia parah, kelainan tertentu dalam kehamilan, plasenta lemah, dan riwayat penggumpalan darah.
  • Jika anda termasuk sering “mabuk” selama perjalanan, minta lah obat anti-mabuk yang aman pada dokter. Beberapa obat anti-mabuk yang beredar bebas di pasaran yang mengandung antihistamin dapat menyebabkan resiko kelainan pada bayi anda.
  • Jangan pergi terlalu jauh moms, misalkan rute Jakarta-Washington yang menghabiskan ber jam jam.. Selain beresiko jet lag anda juga bisa kelelahan.
  • Jangan pergi sendiri. Minta lah suami, atau teman untuk menemani. Minimal ada yang anda bisa minta bantuan kalau ada apa-apa.
    Saya dulu pernah nyaris niat bepergian sendiri karena suami sedang berhalangan menemani. My travel was horrible!! Waktu berangkat saya sehat saja, tapi di tengah perjalanan karena kondisi jalan yang buruk, saya muntah-muntah tidak terkontrol. Untunglah saya tidak jadi pergi sendiri saat itu, suami saya pulang di saat terakhir sebelum berangkat. Nggak ngebayangin kalau muntah-muntah hebat kayak gitu dan sendiriannnnn !!!!!
  • Bawa vitamin atau obat yang diresepkan dokter untuk kehamilan anda.
  • Bawa lotion dan hand sanitizer. Lotion membantu kulit anda tetap lembab dan nyaman. Hand sanitizer diperlukan saat anda harus makan tanpa sempat cuci tangan.
  • Cek daerah tujuan anda : apakah aman dari penyakit endemi, ada kah dokter / RS yang direkomendasikan di tempat tujuan buat jaga-jaga.
  • Bawa informasi asuransi anda (jika anda menggunakan asuransi).
  • Terakhir, bawa lah pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca dan kondisi di tempat tujuan anda. Kalau perlu, bawalah bantal leher, atau bantal pengganjal punggung, selimut tipis, atau jaket. Intinya buat diri anda nyaman sepanjang perjalanan.

Untuk moms yang bepergian naik pesawat, tambahan tips nya adalah:

  • Check in lah awal. Tujuannya, meminta seat yang berada di kabin tengah (jika belum pesan seat). Seat pada kabin ini relatif kecil goncangannya.
  • Beritahu pihak maskapai bahwa anda sedang hamil. Maskapai biasanya akan meminta anda menandatangani surat pernyataan sebelum terbang. Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu anda bisa terbang tanpa surat keterangan dokter. Usia kehamilan 28-34 minggu harus membawa surat keterangan dokter yang merekomendasikan anda cukup sehat untuk terbang. Surat ini diharuskan bertanda tangan paling lama 7 hari sebelum tanggal penerbangan. Patuhi ini momsjangan dimanipulasi tanggal suratnya, demi kebaikan anda sendiri. Usia kehamilan lebih dari 35 minggu anda dilarang terbang.

2.    Di perjalanan :

  • pakai baju yang nyaman. Flat shoes  dan kain yang menyerap keringat akan sangat membantu anda, percayalah..
  • Kalau mau, pakai lah penyangga perut ibu hamil. Pilih yang nyaman. Anda bisa memakainya hanya saat di kendaraan. Berikut contohnya :

20130514103957_Penyangga Perut Hamil New Life -NL

 

  • hindari berdesak-desakan
  • di pesawat terbang, duduklah di kabin tengah, tapi jangan yang dekat pintu darurat. Di mobil, duduklah di kursi tengah dan beritahukan pak sopir untuk tidak ugal-ugalan saat menyetir.
  • kenakan sabuk pengaman di bawah perut dan jangan terlalu ketat.
  • sebisa mungkin, selonjorkan kaki. Mundurkan kursi di mobil. Jika naik pesawat, pilihlah maskapai yang jarak antar seat di pesawatnya agak lebar.
  • Jangan duduk dalam satu posisi terlalu lama. Ubah posisi setiap 2-3 jam dengan jalan-jalan ringan, berdiri, senam kaki, atau stretching ringan.
  • Saat pesawat mendarat, usahakan tubuh diangkat sedikit dari kursi agar benturannya tidak terasa banget.
  • Jika naik mobil, pilih jalan yang mulus dan jangan anda yang mengemudi
  • Bawa makanan kecil!! Penting banget.. Terutama yang bisa mencegah mual anda, jangan lupa bawa minumnya juga 🙂

Sesampainya di tempat tujuan, pertimbangan kondisi fisik anda. Jangan terlalu excited  sampai kecapekan dalam mengikuti kegiatan atau berwisata ya moms.. Selain itu, perhatikan juga kehigienis an makanan kalau anda pengen coba-coba makanan lokal 🙂

Okee,, that’s all tips seputar traveling  buat para mommies-to-be  dari saya. Walau dengan “sedikit” tambahan keribetan, bukan berarti anda harus mengurung diri sepanjang masa hamil dirumah kan moms? hehe.. Happy traveling. Semoga bermanfaat.

PS: Tulisan ini juga dapat dilihat di sini 

Sumber :
– Ayahbunda seri 9 bulan yang Menakjubkan. 2012. PT Aspirasi Pemuda
– http://www.merdeka.com/gaya/bepergian-saat-hamil-lakukan-4-hal-ini.
http://www.teruskan.com/6790/8-tips-traveling-bagi-ibu-hamil.