3

Tips Traveling buat Bumil

Gambar

Alhamdulillah, akhirnya bisa posting juga.. Setelah tertunda beberapa hari karena kesibukan dan si dedek di perut yang kuenceng nggak mau diajak ngapa-ngapain, hehe…

Tulisan ini selain merupakan sharing pengalaman pribadi selama hamil, sekaligus juga bentuk “pelunasan” janji ke teman yang baru aja hamil dan diharuskan naik pesawat di usia kehamilan yang masih muda. Sebagai orang yang sudah wira-wiri naik pesawat selama hamil, ada beberapa pengalaman yang mungkin saya bisa bagi. Semoga bermanfaat, amin..

Pertama kali saya naik pesawat saat hamil adalah saat usia kehamilan saya masih 4 minggu, kemudian disusul saat berusia 5 minggu. Setelah itu, saya harus naik pesawat lagi saat usia kehamilan 8 minggu. Perjalanan terakhir saya naik pesawat sampai sebelum hari ini adalah ketika usia kehamilan 16 minggu. Jadi total 4 kali saya naik pesawat sampai usia kehamilan 16 minggu. Alhamdulillah, semua baik-baik saja..

Seperti bumil pada umumnya, pertama kali harus naik pesawat saat hamil pasti lah diliputi beberapa kekhawatiran. Beberapa kekhawatiran yang saya rasakan waktu itu berkaitan dengan aman kah pendeteksi yang kita lewati saat pemeriksaan masuk bandara buat si dedek? Lalu saya juga memikirkan tentang perubahan tekanan dalam kabin dan goncangan yang mungkin terasa selama penerbangan.

Singkat cerita, saya pun baca sana-sini dan bertanya sana-sini untuk menyamankan diri, hehe.. Dan inilah beberapa jawaban yang membantu saya dalam melakukan perjalanan-perjalanan saat itu 🙂

Alat detektor metal di bandara tidak membahayakan kok moms, jangan khawatir.. Yang perlu anda pikirkan adalah waktu bepergian anda..

Honestly moms, usia kehamilan yang aman untuk bepergian adalah saat trimester kedua (4-6 bulan). Saat trimester pertama, janin kita masih “berusaha” menempel dengan kuat pada dinding rahim. Selain itu, “cairan pelindung” nya, yaitu ketuban, belum terbentuk sempurna. Dikhawatirkan, goncangan perjalanan akan mengganggu proses penempelan janin, apalagi dia masih belum dilindungi sempurna oleh ketuban. Dua hal ini yang menyebabkan adanya resiko keguguran pada perjalanan di trimester awal. Jadi musti hati-hati ya..

Selain trimester pertama, bumil juga tidak dianjurkan melakukan perjalanan pada trimester ketiga sih sebenarnya, hehe.. Walaupun ketuban sudah sempurna dan dedek sudah tumbuh lengkap insyaAllah, tapi resiko kelahiran prematur sangat tinggi untuk bumil yang melakukan perjalanan di trimester ini. Ingat kan beberapa waktu lalu ada contoh ibu yang melahirkan di atas pesawat? Walaupun kru pesawat dibekali kemampuan menolong persalinan, tapi tidak adanya fasilitas dalam pesawat yang menunjang kehidupan awal bayi membuat hal itu sangat beresiko. Saya juga ingat salah satu maskapai di Indonesia pernah menurunkan penumpangnya karena diketahui sudah hamil tua (surat keterangan dokter yg dia bawa dimanipulasi usia kehamilannya), karena mereka tidak mau menanggung resiko kelahiran prematur di atas pesawat..

Oleh karena itu, buat para moms bumil bumil sekalan yang mau melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat atau mobil, ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan demi keamanan anda.

  1. Sebelum berangkat:
  • Konsul ke dokter dulu ibu ibuu.. Penting banget!!! Jelaskan kemana, berapa lama, dan akan naik apa, plus kira-kira medan perjalanan seperti apa yang akan anda tempuh. Hal ini akan memberikan gambaran pada dokter anda untuk kemudian memberi ijin anda berangkat / tidak. Beberapa riwayat dimana anda tidak boleh terbang adalah ketika anda mengidap anemia parah, kelainan tertentu dalam kehamilan, plasenta lemah, dan riwayat penggumpalan darah.
  • Jika anda termasuk sering “mabuk” selama perjalanan, minta lah obat anti-mabuk yang aman pada dokter. Beberapa obat anti-mabuk yang beredar bebas di pasaran yang mengandung antihistamin dapat menyebabkan resiko kelainan pada bayi anda.
  • Jangan pergi terlalu jauh moms, misalkan rute Jakarta-Washington yang menghabiskan ber jam jam.. Selain beresiko jet lag anda juga bisa kelelahan.
  • Jangan pergi sendiri. Minta lah suami, atau teman untuk menemani. Minimal ada yang anda bisa minta bantuan kalau ada apa-apa.
    Saya dulu pernah nyaris niat bepergian sendiri karena suami sedang berhalangan menemani. My travel was horrible!! Waktu berangkat saya sehat saja, tapi di tengah perjalanan karena kondisi jalan yang buruk, saya muntah-muntah tidak terkontrol. Untunglah saya tidak jadi pergi sendiri saat itu, suami saya pulang di saat terakhir sebelum berangkat. Nggak ngebayangin kalau muntah-muntah hebat kayak gitu dan sendiriannnnn !!!!!
  • Bawa vitamin atau obat yang diresepkan dokter untuk kehamilan anda.
  • Bawa lotion dan hand sanitizer. Lotion membantu kulit anda tetap lembab dan nyaman. Hand sanitizer diperlukan saat anda harus makan tanpa sempat cuci tangan.
  • Cek daerah tujuan anda : apakah aman dari penyakit endemi, ada kah dokter / RS yang direkomendasikan di tempat tujuan buat jaga-jaga.
  • Bawa informasi asuransi anda (jika anda menggunakan asuransi).
  • Terakhir, bawa lah pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca dan kondisi di tempat tujuan anda. Kalau perlu, bawalah bantal leher, atau bantal pengganjal punggung, selimut tipis, atau jaket. Intinya buat diri anda nyaman sepanjang perjalanan.

Untuk moms yang bepergian naik pesawat, tambahan tips nya adalah:

  • Check in lah awal. Tujuannya, meminta seat yang berada di kabin tengah (jika belum pesan seat). Seat pada kabin ini relatif kecil goncangannya.
  • Beritahu pihak maskapai bahwa anda sedang hamil. Maskapai biasanya akan meminta anda menandatangani surat pernyataan sebelum terbang. Untuk usia kehamilan hingga 27 minggu anda bisa terbang tanpa surat keterangan dokter. Usia kehamilan 28-34 minggu harus membawa surat keterangan dokter yang merekomendasikan anda cukup sehat untuk terbang. Surat ini diharuskan bertanda tangan paling lama 7 hari sebelum tanggal penerbangan. Patuhi ini momsjangan dimanipulasi tanggal suratnya, demi kebaikan anda sendiri. Usia kehamilan lebih dari 35 minggu anda dilarang terbang.

2.    Di perjalanan :

  • pakai baju yang nyaman. Flat shoes  dan kain yang menyerap keringat akan sangat membantu anda, percayalah..
  • Kalau mau, pakai lah penyangga perut ibu hamil. Pilih yang nyaman. Anda bisa memakainya hanya saat di kendaraan. Berikut contohnya :

20130514103957_Penyangga Perut Hamil New Life -NL

 

  • hindari berdesak-desakan
  • di pesawat terbang, duduklah di kabin tengah, tapi jangan yang dekat pintu darurat. Di mobil, duduklah di kursi tengah dan beritahukan pak sopir untuk tidak ugal-ugalan saat menyetir.
  • kenakan sabuk pengaman di bawah perut dan jangan terlalu ketat.
  • sebisa mungkin, selonjorkan kaki. Mundurkan kursi di mobil. Jika naik pesawat, pilihlah maskapai yang jarak antar seat di pesawatnya agak lebar.
  • Jangan duduk dalam satu posisi terlalu lama. Ubah posisi setiap 2-3 jam dengan jalan-jalan ringan, berdiri, senam kaki, atau stretching ringan.
  • Saat pesawat mendarat, usahakan tubuh diangkat sedikit dari kursi agar benturannya tidak terasa banget.
  • Jika naik mobil, pilih jalan yang mulus dan jangan anda yang mengemudi
  • Bawa makanan kecil!! Penting banget.. Terutama yang bisa mencegah mual anda, jangan lupa bawa minumnya juga 🙂

Sesampainya di tempat tujuan, pertimbangan kondisi fisik anda. Jangan terlalu excited  sampai kecapekan dalam mengikuti kegiatan atau berwisata ya moms.. Selain itu, perhatikan juga kehigienis an makanan kalau anda pengen coba-coba makanan lokal 🙂

Okee,, that’s all tips seputar traveling  buat para mommies-to-be  dari saya. Walau dengan “sedikit” tambahan keribetan, bukan berarti anda harus mengurung diri sepanjang masa hamil dirumah kan moms? hehe.. Happy traveling. Semoga bermanfaat.

PS: Tulisan ini juga dapat dilihat di sini 

Sumber :
– Ayahbunda seri 9 bulan yang Menakjubkan. 2012. PT Aspirasi Pemuda
– http://www.merdeka.com/gaya/bepergian-saat-hamil-lakukan-4-hal-ini.
http://www.teruskan.com/6790/8-tips-traveling-bagi-ibu-hamil.

Iklan
Taut
1

Dear Mums, pernahkah Mums ketemu sama orang yang tingkat ketahanan stress nya rendah banget. Coba deh liat ke sekitar, ada tidak teman, kerabat, atau boss kita, yang rentan banget sama yang namanya stress dan cemas. Sedikit-sedikit marah, sebel, nangis, ngambek, cemas, khawatir yang berlebihan. Melihat tingkah laku bawahan tidak sesuai sama apa yang dia ingin, langsung marah. Melihat handphone nya ketinggalan di mobil, emosi. Kena masalah sedikit aja, menangisnya sampai tiga hari, hehehehe

Kalau Mums penasaran, kenapa di dunia ini bisa sampai ada orang yang seperti itu, mungkin Mums bisa tanyakan langsung ke ibu orang yang bersangkutan : Apa yang terjadi selama masa kehamilan ibu tersebut?

Kenapa demikian?

Well, Mums, terdapat hubungan yang sangat kuat antara stress yang dialami oleh ibu hamil dan tingkat kerentanan terhadap stress yang dimiliki oleh janin. Relasi nya begini, semakin tinggi stress yang dialami ibu hamil, semakin si calon bayi akan rentan terhadap stress dan depresi kalau nanti dia sudah lahir, bahkan hingga ia dewasa.

Menurut sebuah studi, hal ini dikarenakan janin dan ibu sudah mulai “berbagi” segala hal sejak usia kandungan 17 minggu. Sejak itu, janin sudah mulai bisa mendengar dan merasakan. Ibu dan janin akan berbagi banyak hal, mulai dari perasaan cemas, sedih, senang, bahkan bacaan dan makanan favorit. Semakin sering bayi ibu membagi suatu hal khusus dengan janin nya, semakin akrab janin dengan hal tersebut. Sebagai contoh, semakin sering ibu membaca Al-Qur’an, semakin janin akan akrab dengan bacaan Al-Qur’an setelah lahir. Semakin sering ibu makan sayuran, semakin janin akan akrab dengan rasa sayuran nantinya.

Lalu bagaimana dengan mekanisme berbagi stress?
Sebenarnya, secara normal janin memiliki plasenta yang melindunginya dari berbagai “hormon jahat” yang berasal dari aliran darah ibu selama masa kehamilan. Pada wanita yang mengalami stress, depresi, atau kecemasan dalam jumlah yang tinggi atau sering selama hamil, fungsi pelindung plasenta ini akan terganggu/melemah. Akibatnya, perubahan hormon dalam tubuh ibu akibat stress akan lebih mudah “menembus” perlindungan janin dalam berbagai perubahan kondisi plasenta. Misalkan, plasenta mengeruh, atau detak jantung janin yang meningkat lebih dari 160 kali/menit.

Apa akibatnya jika hormon stress sudah menembus plasenta?
Well Mums, hormon stress itu akan mempengaruhi perkembangan otak sekaligus memicu perubahan otak sehingga membuat janin rentan mengalami gejala kecemasan dan masalah perilaku setelah beranjak dewasa. Bahkan, stress dalam kadar yang tinggi dan sering dapat meningkatkan peluang janin mengalami gangguan kesehatan saat usianya baru empat tahun nanti.

So, dearest Mums, pembentukan kepribadian si calon bayi anda ternyata sudah mulai bahkan sejak masa kehamilan lho. Dan luar biasanya, anda juga lah yang ikut menentukan seperti apa bentuk kepribadian anak anda nanti, paling tidak dalam ketahanannya terhadap berbagai masalah. Pastinya, setiap ibu ingin anaknya kuat dalam menghadapi setiap masalah saat tumbuh kembangnya nanti kan? Untuk itu, beware of yourself Mums. Always be happy. Happy selama hamil, happy selama menyusui, dan happy selama-lamanya.. hehe

Warmest Regards,
Bela

0

Perlengkapan Bayi, Yay!

Hi, all. Saya datang untuk memenuhi janji tulisan tentang perlengkapan lahiran, hehe. First of all, let me introduce myself (kayak preambule naskah pidatoku dulu ajaa), my name is Ika Usfarina. But because we have 6 Ika in Smada 2006, so we were called with others nick name. They usually call me Ka-us, shortened of Ika Usfarina. There is also someone call me coccus, maybe she was inspired by Ka-us or maybe inspired by my chubbyness, hahah. Now, Elang Muhammad Akira proudly Mom and Evan Yofiyanto lovely wife, hoho. Ok, let’s get back to business.

Menjadi seorang Ibu adalah hal yang sangat membahagiakan. Baru calon aja (baca: lagi hamil) udah seneng banget, feel very blessed 🙂

Ketika usia kehamilan menginjak minggu ke-30 atau sekitar 7 bulan, biasanya kita akan mulai disibukkan dengan segala perlengkapan yang berhubungan dengan bayi. Sebagai seorang Ibu yang juga sekaligus manager keuangan keluarga, harus bijak ya, jangan lapar mata ngeliat barang- barang bayi yang lucu- lucu dan imut banget,.. Reminder untuk diri sendiri juga nih *lirik suami

Alhamdulillah sekarang akses ke berbagai informasi di sentuhan (baca via gadget layar sentuh, haha). Jadilah aku browsing kanan kiri kira- kira apa saja yang harus ku persiapkan. Padahal di buku “perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu- Nakita” juga ada, cuma aku pengen nyari second, third, fourth opinion, haha. Buat para mommies to be yang sedang bersiap menyambut kehadiran sang buah hati, this is the list, semoga daftar dariku ini bermanfaat yaa 🙂

Perlengkapan Baby Elang

Pakaian

  • Baju lgn pdk sz newborn  6
  • Baju lgn kutung sz nb 3
  • Baju lgn pjg sz nb 6, waktu itu rencana lahiran di Kediri yang lagi agak dingin
  • Popok kain 3 lusin, klo mau pake popok kain aja bakal butuh banyak banget
  • Celana pop sz nb 3, sz S 6
  • Celana pjg buka kaki nb 3
  • Celana pjg tutup kaki nb 3
  • Baju lgn pjg celana pjg (sleepsuit 1, tapi kalo merk Next kayak punya Elang itu biasanya dijual per pak isi3)
  • Sarung Tgn Kaki min 6psg
  • Topi 2, buat gantian klo dicuci
  • Gurita bayi 12, jangan rapat- rapat ya makeiinnya
  • Bedong bayi 6
  • Jumper/baju terusan bayi, optional, ini aku beli karena ko daganganku yang ini laris banget ya, merk carter’s 5in1 murmer dan kainnya halus, hehe
  • Alas ompol, aku beli kain selimut warna- warni 1.5m lalu sekalian ku minta dipotong dan di neci, lebih hemat banget dari pada beli alas ompol satuan #emak-emaknya keluar, hehe
  • Cloth Diapers/ Clodi, aku siapin buat Elang 2 pcs merk Smart Kids, mau nyoba dulu, baru ku pakein ketika Elang berusia 3 bulanan, sangat membantu banget lo moms, kapan- kapan Insya Allah review sendiri tentang Clodi yaa 🙂

Kenapa bayi muda butuh banyak baju?

Pas awal2 bayi kdg gumoh2 gt, pipis juga ganti semua, guritanya, kaos kakinya, semuanya. Untuk baju- baju rumah baby, aku pilih merk Libby dan Little Q, secara kualitas bagus, ga kalah sama Nova, Miyo, namun harga masih terjangkau 🙂

Baca lebih lanjut

0

Apakah munculnya flek atau bercak darah normal pada awal kehamilan?

Ini tulisan pertama saya di blog momymums ini. Perkenalkan, nama saya Ayuk, tapi teman-teman geng mommy di group ini biasa memanggil saya Ayi. Hehe..nama kecil 😛 Saya akan mulai mencoba menulis pengalaman dan ditambah sedikit pengetahuan yang saya miliki tentang kehidupan para mommy yang penuh liku-liku *apaan sih*. Sekarang kehamilan saya memasuki usia 30 minggu lo dan Alhamdulillah kondisinya sehat *yay..berhasil..hore..*

Judul pertama tulisan saya adalah mengenai flek atau bercak darah pada awal kehamilan atau yang disebut juga dengan implantation bleeding. Kebetulan, di awal kehamilan dulu saya mengalaminya, kira-kira di usia kehamilan 6-7 minggu. Yang sempat membuat pontang-panting telepon dokter saat weekend, panggil taxi, capcus langsung USG mendadak untuk memastikan kantung kehamilan masih nampak *dengan mewek di taxi sambil teleponan sama ayahnya*.

Implantation bleeding adalah perdarahan yang terjadi biasanya pada 10-14 hari setelah terbentuknya zygote, ini normal dan umum terjadi. Penyebab utama perdarahan ini adalah proses menempelnya sel telur yang sudah dibuahi ke dinding rahim. Perdarahan ini biasanya hanya berlangsung singkat, lebih singkat dari periode menstruasi dan lebih ringan. Kadang-kadang hanya berlangsung 1-2 hari dengan penampakan yang mirip dengan darah menstruasi.20130617_114740

Tidak semua calon ibu mengalami perdarahan ini atau bahkan tidak menyadarinya karena mengira perdarahan ini adalah siklus normal menstruasinya, sehingga memungkinkan kesalahan dalam perhitungan usia kehamilan. Perdarahan ini akan berhenti dengan sendirinya dan tidak memerlukan terapi, umumnya terapi yang paling ampuh adalah dengan istirahat. Namun, jika perdarahan berlangsung terus, seperti yang saya alami (>1 minggu), segera hubungi dokter ya para mommy. Akhirnya saya diberikan hormon progesteron dari luar yang akan membantu mempersiapkan dinding rahim supaya lebih siap untuk ditempeli sang calon janin. Kebetulan waktu itu sediaan yang diberikan adalah Cygest® suppositoria dan itu pengalaman pertama saya menggunakan obat melalui *maaf..dubur*. Biasanya sebagai apoteker saya dengan mudahnya melakukan konseling pada pasien untuk patuh menggunakan obat semacam ini. Ternyata, sensasinya wooow banget, hihi.. Demi my lovely baby, bunda rela melakukan apapun nak *peluk cium*.